24.6.13

Lelang Karya

Masih ingat dengan karya berukuran besar ini ? Saat belajar menjadi pengusaha, anak-anak kelas Bulan juga ada yang terinspirasi menjadi desainer pakaian, menjahit, dan menjualnya. Lalu mereka membuat rancangan dalam ukuran besar, mengambil ide dari karya yang pernah dibuat sebelumnya. Karya ini kemudian menjadi salah satu karya yang akan dilelang untuk amal. Proses pembuatan karyanya cukup panjang, kira-kira memakan waktu hingga 10 hari untuk 2 buah karya besar.

Qsara dan Revan kemudian menjadi 'relawan' untuk dicetak tubuhnya oleh teman-temannya di atas kertas berukuran besar. Seluruh karya ini dikerjakan secara bergantian pada waktu jeda, waktu bermain, dan waktu pilihan yang ada pada kegiatan inti di kelas.


Qsara yang sedang dicetak tubuhnya di atas kertas.

Revan sedang dicetak.

Setelah dicetak, teman-teman lainnya membantu menambahkan detil bagian pada gambar. Kemudian mereka menggunting kertas dan kain perca warna-warni untuk ditempelkan sebagai pakaiannya.

Menambahkan detil gambar.


Menggunting kertas dan kain perca.


Menempelkan kertas dan kain perca sebagai pakaian.

Setelah pakaian selesai dibuat, anak-anak kemudian bergantian untuk mewarnai bagian lain dengan menggunakan cat. Guru membantu meracik cat untuk membuat warna kulit, untuk warna bagian lainnya dipilih oleh anak-anak sendiri.

Inilah hasil akhirnya setelah gambar digunting.

Aku sempatkan berfoto dengan gambar anak perempuan sebelum ditempelkan dan diberi frame.

Aku dan Ditha berfoto dengan hasil karya anak-anak yang telah dilengkapi dengan latar belakang, sebelum diberi frame dan dilelang.

Pada acara family day, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah lelang karya untuk amal. Seluruh hasil karya anak dijual pada orangtua dan untuk karya-karya berukuran besar dijual dengan cara lelang. Untuk karya dengan ukuran lebih kecil dibuka dengan harga Rp. 50.000,- salah satunya adalah karya Giant Pizza ini, ketiga pizza itu berhasil terjual Rp. 150.000,- dengan lelang. Gambar anak laki-laki terjual seharga Rp. 250.000,- sedangkan gambar anak perempuan terjual Rp. 550.000,-. Ada beberapa karya lainnya yang terjual hingga harga Rp. 1,5 juta! Ternyata, anak-anak juga mampu membuat mahakarya yang dinilai mahal.

Pada hari itu, seluruh karya anak berhasil meraih penjualan hingga nyaris Rp. 3 juta/kelas diitambah dengan hasil karya yang dilelang, semua hasilnya kemudian dibelanjakan buku anak dan alat tulis, kemudian diberikan pada PAUD yang membutuhkan.GagasCeria kali ini bekerja sama dengan LSM Kebukit yang membantu menghubungkan dengan PAUD-PAUD tersebut.

Terima kasih banyak para orangtua yang sudah membeli seluruh karya anak. Terima kasih sudah berbagi ;)



27.5.13

Cupcake Warna-Warni

Semester lalu, anak-anak kelas Bulan, Bintang, dan Bumi belajar menjadi pengusaha. Salah satunya menjadi pengusaha di bidang kuliner yang karyanya pernah aku tulis di sini. Pada akhir tema itu, anak-anak diajak secara langsung melihat proses pengusaha kuliner membuat produknya, mereka kemudian mendapatkan kesempatan untuk belajar di dapur Cizz Cake and Friends. Anak-anak boleh belajar membuat cheese cookies secara gratis. Senangnyaaaa.....

Anak-anak sibuk masak! Dengan dampingan kakak-kakak baker ;)

Kuenya mulai dipanggang...


Menghias cookies yang sudah matang

Salah satu cheese cookies buatan Vino

Karena anak-anak boleh belajar di sana dengan gratis dan mendapatkan kue juga, mereka kemudian bekerja sama membuat kenang-kenangan untuk pemilik toko Cizz. 60 anak masing-masing menggambarkan sebuah cupcake yang berwarna-warni, berpita, dan berkerlap-kerlip.

Beberapa gambar cupcake mungil buatan anak-anak kelas Bulan.

Ibu guru membantu menyusun cupcake seperti ada di cupcake tower...

Pose anak-anak sebelum cupcake berpindah tangan ;)






26.5.13

Elmuloka : Anak-anak pun Punya Perpustakaan


Perpustakaan adalah investasi masa depan. Seperti halnya dengan anak-anak yang menjadi masa depan dari generasi yang ada sekarang. Berangkat dari pemahaman tersebut, sekolah GagasCeria membangun perpustakaan yang diresmikan pada tanggal 15 Agustus 2007. Kegiatan 'charity for books' mengawali terbentuknya perpustakaan yang kemudian diberi nama Elmuloka yang berarti tempatnya ilmu. Perpustakaan ini kemudian telah mendapatkan ijin dari Dinas Pendidikan Kota Bandung sebagai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) pada tahun 2012.

Elmuloka adalah perpustakaan PAUD yang diperuntukkan bagi anak-anak, guru, dan juga orangtua. Sebagian besar koleksi bukunya memang buku-buku untuk anak dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan beberapa bahasa asing lainnya dengan berbagai kategori. Elmuloka yang berada di lingkungan sekolah playgroup, taman kanak-kanak, dan SD GagasCeria ini juga menyediakan buku-buku pendidikan bagi guru anak usia dini serta buku-buku parenting bagi orangtua yang memiliki anak usia dini hingga remaja yang jumlahnya melebihi 10.000 buku. Tapi jangan salah, ada juga sudut untuk novel-novel anak dan juga dewasa. Selain itu, Elmuloka juga memiliki koleksi film pendidikan yang jumlahnya melebihi 400 judul.

Tempatnya yang cukup luas dan nyaman, membuat betah untuk berlama-lama 'mojok' untuk membaca buku. Ingin mencari inspirasi untuk bermain dan berkegiatan dengan anak-anak, Elmuloka cukup banyak memberi fasilitas dengan buku-bukunya yang beragam.Elmuloka juga membuka keanggotaannya untuk masyarakat umum, tidak terbatas warga sekolah GagasCeria saja. Jika warga GagasCeria tidak dipungut bayaran untuk menikmati fasilitasnya, maka masyarakat umum bisa membayar Rp. 25.000,- saja per kartu anggotanya. Jika kartu sudah penuh terisi, bisa merefillnya dengan Rp. 15.000,- saja.

Elmuloka juga kerap mengadakan berbagai acara yang berkaitan dengan buku. Misalnya kegiatan Charity for Books yang merupakan kegiatan pengumpulan dana untuk menambah koleksi buku bagi anak-anak dan juga dewasa, Sister school yang mengajak sekolah-sekolah lain datang berkunjung untuk membaca buku dan melakukan kegiatan bercerita, Workshop, Hari buku, lomba Reading Wall, dan berbagai kegiatan menarik lainnya.

Salah satu sisi rak buku anak-anak

Tempat 'mojok' guru dan orangtua

Fasilitas untuk menonton film tentang pendidikan

Ruangan perpustakaan yang luas

Tempat anak-anak biasa 'mojok' untuk membaca

Ingin menjadi anggota dan bagian dari Elmuloka? Silakan hubungi ibu Karin

Tertarik menjadi anggota? Silakan hubungi ibu Karin di perpustakaan Elmuloka, GagasCeria Innovative Education jl. Malabar 61 Bandung 40262 atau bisa telpon ke 022-7303086 ext. 25

Selamat membaca dan membuka cakrawala bersama Elmuloka ;)

2.5.13

Warna-Warni DecorativeJI

Di jaman yang serba sibuk seperti sekarang ini, teknologi semakin memberikan berbagai kemudahan. Sekarang aku semakin saja takjub dengan segala hal yang dapat dilakukan secara online dalam genggaman, bahkan ketika aku dengan sibuknya mencari referensi cat yang berkualitas baik untuk digunakan di tempatku bekerja. Aku sudah kenal dengan Jotun cukup lama, beberapa bangunan terkenal di dunia mempercayakan keindahannya pada Jotun. Ya, aku tahu itu. Tapi saat itu, aku terlalu malas untuk mendapatkan informasi lebih mengenai warna-warninya yang awalnya kupikir hanya ada satu cara dengan membolak-balik katalog warna. Saat menemukan DecorativeJI, semakin saja aku mendapatkan kemudahan mendapatkan informasi produk Jotun dan juga berbagai cara menarik yang berkaitan dengan warna-warni bangunan. Dan aku tetiba menjadi perancang interior dadakan dengan memainkan warna-warni pada aplikasi tersebut.

DecorativeJI adalah sebuah aplikasi smartphone yang mendukung para pengguna Blackberry, Android, serta IOS untuk mendapatkan informasi seputar produk, membantu memudahkan padu padan warna sebelum memilih dan memutuskan menggunakan produknya. Bahkan DecorativeJI menyediakan permainan mencocokkan warna yang menarik bertitel ColourPop. DecorativeJI menampilkan beberapa pengetahuan mengenai Feng Shui serta eksterior interior bangunan yang dirangkum dalam Question & Answer dan beberapa artikel.

Dari semua hal yang disajikan oleh aplikasi ini, aku paling suka dengan 'Let's Colour' dan game ColourPop. Let's Colour mengajak kita untuk dapat memadupadankan warna dindin ruangan di tiap ruangan dengan menampilkan foto-foto ruangan yang sangat cantik. Foto-foto ini memberi banyak inspirasi juga jika kita akan menata ulang perabotan dan tentunya memberi ide warna-warni ruangan yang baru.

Penasaran dengan DecorativeJI? Coba diunduh aplikasinya di PlayStore dan langsung saja cari DecorativeJI. Dan rasakan pengalaman menjadi perancang interior dadakan :)

15.4.13

Yuk, Kita Nebeng!

Setiap hari Senin hingga Jumat, aku yang bertempat tinggal di perbatasan kota harus bolak-balik menembus jalanan kota Bandung yang semakin hari semakin padat. Berangkat nyaris sebelum matahari terbit, pulang tidak sempat bertemu matahari. Aku berangkat sangat pagi karena menghindari kemacetan atau mengantisipasi angkutan umum yang sering ngetem dan maju mundur mencari penumpang. Aku memang lebih sering pulang pergi dengan memanfaatkan angkutan umum dengan alasan mengirit bahan bakar, tidak menambah jumlah kendaraan di jalanan, dan bisa beristirahat dengan duduk tenang. Dengan resiko, waktu yang harus dipersiapkan lebih lama, dan seringkali menegur supir angkot supaya tidak ugal-ugalan mengendarai mobilnya.

Sesekali jika ada kebutuhan untuk mengharuskan aku membawa kendaraan, aku terpaksa menyetir mobil sendiri ke tempat kerja. Entah kenapa, seringkali merasa berdosa menambah jumlah kendaraan di kala macet. Di dalam mobil sendirian. Sejak sering merasa berdosa itulah aku mulai mengajak berangkat dan pulang bersama beberapa teman kerja yang searah. Memberi tebengan. Sering juga ada teman yang mengajakku nebeng pulang dengan mobil atau motornya ketika aku tidak membawa kendaraan sendiri. Aku pulang kerja dengan nebeng.

Mungkin saat itu aku berjodoh dengan satu komunitas yang memiliki pikiran yang sama. Berbagi kursi kendaraan yang kosong bagi teman-teman yang searah. Bahkan komunitas ini berani berbagi dengan manusia asing sekalipun! Aku mulai mencoba berkenalan dengan Nebengers pada akhir tahun 2012. Melalui akun @nebengers di twitter, aku mulai mengamati gerak-gerik manusia di dalamnya. Menarik. Mereka berani berbagi tanpa memandang apapun. Dengan tujuan mulia sedikit mengurangi kemacetan. Buat apa hanya sekedar mengeluh kemacetan jika tidak melakukan tindakan apapun. Akhirnya Januari 2013 aku berani bertanya dan mulai berani mencoba posting ruteku sehari-hari. Kesan pertamaku tentang komunitas ini, ramah. Mereka yang berada di dalamnya menerima siapapun yang peduli dan ingin bergabung. Mereka berusaha mengenal semua manusia di dalamnya karena punya prinsip 'Tak kenal maka tak nebeng.' Karena memang keamanan nebeng yang selalu menjadi kekhawatiran para anggota yang baru bergabung, maka setiap warga yang sudah lebih dulu bergabung akan menyambut baik siapa pun agar merasa nyaman layaknya sebuah keluarga.




Pada 9 Februari 2013, aku berkesempatan mengikuti kopdar yang cukup besar dengan keluarga Nebengers dari Jakarta dan sekitarnya. Aku mendengarkan mereka berbagi cerita dan pengalaman. Seru. Dan semakin kuatlah keinginanku untuk ikut terlibat menyuarakan tujuan komunitas ini. Apakah ini promosi berbayar? Tidak. Ini hanya masalah kepedulian. Jelas aku muak dengan kemacetan. Jelas aku meradang menjadi saksi pengambilan hak jalanan oleh pengendara tidak bertanggung jawab. Tapi marah saja tidak menghasilkan apapun tanpa tindakan. Meski hanya sekedar langkah kecil. Tapi seribu langkah kecil menghasilkan gerakan yang besar! Seribu manusia mau berbagi kursi kosong kendaraannya, pasti akan bisa mengurangi kemacetan, menekan angka stress, dan jelas menambah jumlah teman.

Jika hanya pergi sendiri, simpan kendaraanmu di rumah dan naiklah angkutan umum. Atau carilah tebengan searah. Jika harus pergi dengan kendaraan pribadi, ajaklah orang lain untuk mengisi kekosongan kursi kendaraanmu! Jangan pernah pergi sendiri dan menambah kemacetan di jalan.
Yuk, kita nebeng!







11.2.13

Seharusnya Dunia Menatap Kalian

Halo teman-teman,
Senang bisa bertemu beberapa di antara kalian semua. Senang bisa bertemu dengan banyak manusia hebat yang tak segan berbagi. Seharusnya dunia menatap pada kalian.
Sepekan yang lalu aku semakin merasa beruntung dipertemukan dengan kalian, yang tidak selalu memiliki segala tapi mau berbagi untuk semua. Tanpa memandang siapa dan berlatar belakang apa ketika ingin membantu. Ya, kupikir seharusnya dunia menatap pada kalian.
Hidup di dunia yang penuh dengan kecurigaan terhadap sesama, kalian dengan cepat mengulurkan tangan dan beraksi untuk membuat perubahan. Tanpa banyak bicara dengan kata, langkah yang dilakukan kalian jelas nyata. Seharusnya dunia menatap kalian.
Terima kasih sudah membuatku menatap kalian. Terima kasih sudah membantuku untuk lebih luas melihat dunia.
Untuk kalian, manusia di komunitas yang suka berbagi @nebengers dan @Kebukit_

4.2.13

Warna Impian : Better Home for Our Children


Hari Sabtu (19/1) yang lalu, aku mengikuti satu acara ‘Meet and Greet with JOTUN Warna Impian Expert Corner’ dengan judul talkshow Better Home for Our Children’. Acara ini diselenggarakan di Nanny’s Pavillon  Library Bandung.




Sebagai guru, judul acara ini sangat menarik perhatianku. Dan ternyata, banyak ilmu baru yang bisa aku dapatkan. Pembicara pertama yang berbagi ilmu adalah bapak Ary Indra yang berbicara tentang ‘Rumah Luar Biasa untuk Anak’. Beliau adalah seorang arsitek yang memberikan berbagai tips untuk mewujudkan rumah impian yang tidak hanya indah tetapi benar-benar nyaman bagi perkembangan anak-anak. Sekilas, aku berpikir, ‘bapak ini arsitek atau psikolog anak ya’. Karena dari penjelasannya, beberapa hal yang disampaikannya sejalan dengan ilmu pendidikan dan psikologi anak. Rumah yang baik bagi anak adalah rumah yang eksploratif, agar ada ruang bagi anak untuk dapat menemukan sesuatu yang baru di rumah. Rumah yang baik juga harus dekat dengan alam, tapi bukan berarti rumah yang baik adalah rumah yang dekat dengan hutan. ‘Dekat dengan alam’ bisa diciptakan karena akan dapat merangsang sensor motorik pada anak.



Pembicara selanjutnya adalah dari Geomancy Elements yang membahas rumah nyaman bagi anak dari sisi ilmu yang berbeda. Kali ini, pengetahuan yang aku dapatkan benar-benar baru, tentang fengshui. Pembahasan tema ini berlangsung cukup interaktif, setiap peserta yang mengajukan pertanyaan harus menyebutkan tanggal lahirnya secara lengkap untuk ‘diterawang’ dan diberikan saran. Ilmu fengshui banyak membahas mengenai arah mata angin, warna, beserta dengan makna yang terkandung. Sejujurnya aku takjub. Ternyata semua ada pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang berdasarkan ilmu fengshui. Letak kamar seorang anak dapat diartikan bakat yang bisa muncul atau sifat-sifat yang tampak. Fengshui, memang benar-benar pengetahuan yang benar-benar baru buat aku ketahui.


Selama acara berlangsung, para peserta dipersilakan untuk melakukan live twit dengan menyertakan #expertcorner dan mention @WarnaImpian yang ternyata banyak sekali hadiahnya. Aku yang takjub dengan pengetahuan baru, tidak sempat melakukan live twit dan menyesal kemudian. Salah satu temanku yang sama-sama datang menghadiri acara tersebut, sangat beruntung bisa mendapatkan hadiah voucher belanja sebesar Rp. 300.000,-. Penyesalan tidak melakukan live twit kemudian terhibur dengan sajian makan siang dan goodiebag berisi beberapa souvenir.

Setelah selesai acara, hal yang pertama kulakukan sesampainya di rumah adalah menata ulang kembali kamar dan sedikit berkhayal ingin punya rumah baru ^.^

17.1.13

Kunang-Kunang dan Piano

Teman-temanku sayang,
Sudah berapa tahun ya kita bersama? Rasa-rasanya baru kemarin lusa kita saling mengenal dan berusaha 'hidup' berdampingan. Menanggalkan keegoisan dan kepentingan pribadi demi masa depan negeri. Berlebihan? Tidak kurasa. Apa yang kita lakukan bersama memang pada akhirnya demi negeri tercinta bukan?


Aku, kamu, kamu, kamu, dan dia, dengan keunikan kita masing-masing serupa kunang-kunang dengan cahayanya sendiri. Satu bercahaya akan terlihat indah, dan bila bersama akan semakin gemerlapan. Atau serupa dentingan piano, bila bunyi sendiri merdu terdengar dan bila bersama menciptakan simfoni sempurna. Ya, kita akan lebih indah bersinergi. Meski tetap menjadi diri yang unik.

Teman-teman sayang, terima kasih telah menjadi partner kerja setia dalam suka dan duka, dalam tawa dan tekanan deadline. Semoga kita selalu diberikan kekuatan jika bersama.

Salam sayang,
Kika guru dari kelas Bulan


2.1.13

Giant Pizza

Siapa yang mau pesan pizza? Ini restoran pizza kami, menyediakan pizza dalam berbagai ukuran, dari yang sangat mini hingga yang paling besar disebut dengan Giant Pizza. Membuatnya sangat mudah, tapi tentu saja saat menggunakan kompor harus dilakukan dengan dampingan orangtua.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat mini pizza sangat mudah didapat.

  • Roti tawar yang dicetak dengan menggunakan gelas agar membentuk lingkaran.
  • Mentega dan saus tomat untuk olesannya.
  • Sosis yang dipotong-potong menggunakan pisau roti.
  • Bawang bombai dan tomat sesuai selera.
  • Keju yang diparut.
Cara membuatnya seperti ini....

Roti yang sudah dicetak membentuk lingkaran kemudian dioles dengan mentega dan saus tomat.

Sosis dipotong-potong dengan memakai pisau roti supaya lebih aman. Lalu sosis digoreng. Saat menggoreng harus didampingi orang dewasa.

Sosis yang sudah digoreng kemudian disusun di atas 'adonan pizza' yang sudah dioles mentega dan saus tomat. Kemudian parut keju di atasnya. Kalau suka, boleh juga menambahkan bawang bombai dan tomat sebelum diberi taburan keju. Adonan pizza kemudian dipanggang atau digoreng sebentar.

Siap deh!

***

Penting sekali buat anak-anak dapat menceritakan kembali proses pembuatan pizza. Hal ini melatih sistematikanya ketika berpikir dan berbicara. Untuk membantu mengingat kembali proses pembuatan pizza, mereka menggambarkan kembali pengalamannya saat memasak.


Setelah memasak pizza, anak-anak mulai membuat karya besar yang  terinspirasi dari pizza. Kali ini dibuat dalam ukuran besar untuk dijual, benar-benar dijual, lebih tepatnya dilelang untuk acara amal yang diadakan di sekolah. Karya pizza ini berbentuk lukisan dan kolase.

Membuat karya ini dilakukan secara bergiliran, beberapa anak mengoleskan cat, lainnya mencocok kertas untuk membuat bentuk sosis dan merobek sayuran. Semua mendapatkan gilirannya mengoles cat, mencocok, dan juga merobek kertas.


Mengecat secara bergiliran

Menabur pasir di atas permukaan cat yang masih basah.

Menempelkan hasil robekan kertas dan hasil mencocok setelah cat kering.

Menambahkan bagian pinggiran pizza.

Setelah ditunggu kering, pizza raksasa kemudian digunting mengikuti bentuknya. Hasilnya kemudian dipajang di kelas. Ternyata, ada ide-ide lain dari anak-anak untuk membuat pizza dalam kondisi telah dipotong.

3 ukuran pizza raksasa yang dipajang di 'Cafe Bulan Sabit'

Pizza besar yang telah dipotong.

Karya 'Giant Pizza' ini kemudian dilelang pada acara Family Day. Selain karya pizza, masih ada beberapa karya lainnya yang dilelang untuk penggalangan dana. Hasilnya kemudian rencananya akan dibelanjakan buku-buku serta alat tulis dan disumbangkan untuk beberapa sekolah serta perpustakaan anak. 

Karya-karya lain yang juga dilelang, nanti akan aku ceritakan pula proses pembuatannya ^^