Showing posts with label dongeng. Show all posts
Showing posts with label dongeng. Show all posts

14.4.16

Sebuah Janji Untuk Mandiri

Di sebuah negeri, ada seorang anak bernama Maheta. Orangtuanya memberi nama Maheta dengan harapan ia akan menjadi anak yang mandiri, hebat, dan bertanggung jawab. Dan Maheta pun menjadi anak seperti yang didambakan orangtuanya. Hingga suatu saat, Maheta mulai mengenal video games. Maheta asyik dengan permainan barunya dan mulai melupakan segalanya. Lupa makan makanan sehat, lupa mandi, lupa mengurus dirinya sendiri. Segalanya ia delegasikan pada robot ajaib yang bisa membantunya melakukan semua hal, bahkan mengurus kebutuhan pribadinya.

....


Jadi, sebenarnya bagaimana seharusnya Maheta berperilaku?
Anak-anak Kelas Bulan TK GagasCeria sepakat bahwa hal yang dilakukan Maheta kini adalah tidak baik. Mereka kemudian mendiskusikan hal-hal yang seharusnya Maheta lakukan. Hal itu kemudian dituangkan dalam karya 'Janji Maheta'.

Inilah janji Maheta :
(Maheta dibuat dengan mencetak badan Rinjani ^^)




Dan, inilah Maheta dan semua janjinya...



6.9.14

"Ibu, kapan datang ke sini lagi?"

Bulan Ramadhan yang lalu, aku dan teman-teman yang tergabung dalam Gerakan Bandung Ber-AKSI rutin mengisi kegiatan mendongeng di Masjid Hidayatussalamah, daerah Kalipah Apo Bandung, setiap hari Jumat sore selepas waktu Ashar. Semacam mengisi kegiatan ngabuburit yang menyenangkan untuk anak-anak. Selain mendongeng dengan menggunakan buku dari Tunas Integritas, kami juga menciptakan berbagai kegiatan yang menarik bagi anak-anak. Ide kegiatan diambil dari buku Tunas Integritas yang dibacakan setiap minggunya.

Pekan pertama kegiatan belum dimulai. Gerakan Bandung Ber-AKSI baru menyepakati sanggup mengirim relawannya untuk mendongeng secara rutin selama sisa Jumat di bulan Ramadhan. Pekan selanjutnya, kegiatan diisi dengan dongeng Tunas Integritas bersama Ibu Yulita dan Ms. Julie, guru-guru SD GagasCeria yang juga tergabung dalam Gerakan Bandung Ber-AKSI. Mereka membacakan dongeng dan membuka pojok baca di dalam masjid untuk semakin menumbuhkan minat baca bagi anak-anak. Banyak buku bacaan anak yang diboyong dari perpustakaan Elmuloka.


Ibu Yulita sedang mendongeng di hadapan anak-anak (dan beberapa ibu) di Masjid Hidayatussalamah Bandung.

Pojok baca yang menarik untuk anak-anak. Ternyata mereka sangat suka membaca.

Pertemuan pada pekan selanjutnya, Ibu Nora, Ibu Sri, dan Ibu Wulan mendapatkan gilirannya. Mereka adalah guru-guru playgroup dan TK yang hebat bercerita boneka bahkan menciptakan lagu yang idenya diambil dari buku Tunas Integritas. Ekspresi suara yang berganti-ganti, membuat anak-anak terpaku menyimak dongeng hari itu.

Dongeng dengan boneka tangan.

Lagu ciptaan Ibu Wulan.

Ibu Nora mengenalkan lagu ciptaan Ibu Wulan pada anak-anak.

Pada pekan menjelang Ramadhan berakhir, giliran aku, Achie, dan Risna didampingi juga oleh Pak Indra, yang berkunjung ke Masjid Hidayatussalamah untuk mendongeng dan juga mengajak anak-anak berkarya. Aku membacakan cerita berjudul 'Secukupnya Saja' dari salah satu seri buku Tunas Integritas. Cerita ini mengajak anak-anak tidak berlebihan saat makan, mau berbagi pada teman-teman yang saat itu tidak membawa bekal makanan. Aku menghubungkannya dengan momen bulan Ramadhan dan mengajak anak-anak tidak berlebihan saat berbuka puasa. Kemudian kami juga mengajak anak-anak berkarya membuat celengan dari botol bekas yang kami minta mereka bawa dari rumahnya masing-masing. Karya ini dihubungkan dengan momen lebaran yang akan segera tiba. Anak-anak diajak untuk menabung uang yang mereka dapatkan dari saudaranya saat lebaran nanti.

Ekspresiku saat mendongeng.

Anak-anak mulai mencoba berkarya dengan botol bekas.

Aku, Achie, dan Risna merupakan relawan terakhir yang berkegiatan di Masjid Hidayatussalamah. Kami pun tidak sempat untuk diam lebih lama untuk berbuka puasa bersama dengan anak-anak di masjid. Kami lalu berpamitan pada anak-anak untuk pulang dan mereka pun satu persatu menyalami, cium tangan, seraya bertanya, "Kenapa ga buka puasa di sini?" Ada pula yang bertanya, "Jumat depan ke sini lagi kan?" Tapi ketika aku menjawab 'tidak', mereka pun kembali bertanya, "Ibu, kapan datang ke sini lagi?"

Pertanyaan-pertanyaan sederhana yang membuat terharu. Bahagia rasanya bisa berbagi cerita tentang karakter baik melalui dongeng. Dan yang pasti, Gerakan Bandung Ber-AKSI masih akan terus berlanjut bersama dongeng Tunas Integritas-nya.

5.9.14

Gerakan Bandung Ber-AKSI

Gerakan Bandung Ber-AKSI adalah suatu gerakan BERcerita AntiKorupSI, yang aktif dimulai sekitar bulan Mei 2014. Bandung di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, berkomitmen untuk menjadikan Bandung lebih 'bersih'. Gerakan Bandung Ber-AKSI dengan buku Tunas Integritas-nya, berkeliling kota Bandung untuk mendongeng mengajak anak-anak menyimak cerita tentang kejujuran, hidup sederhana, dan cerita karakter baik lainnya. Buku ini bercerita tentang kebaikan, tidak ada cerita korupsi, bahkan tidak ada kata korupsi di dalamnya. Kata korupsi haram untuk dikenal oleh anak-anak.

6 seri buku Tunas Integritas KPK dengan beberapa cerita pendek khas anak-anak dan contoh kegiatan berkarya.

Satu set buku cerita anak ini, KPK bagikan secara cuma-cuma bagi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang juga berkomitmen untuk terus mendongengkannya pada anak-anak. Para guru dan pengurus TBM diharapkan dapat terus menggunakan buku Tunas Integritas ini untuk menyebar cerita karakter baik, menanamkannya dalam kehidupan sehari-hari hingga mampu menguatkan karakter anak-anak. Aku sebagai guru anak usia dini, juga membuat jadwal rutin bercerita karakter dengan memanfaatkan buku-buku ini. Menciptakan kegiatan baru yang idenya diambil dari cerita buku tersebut.

Aku membacakan cerita tentang karakter kejujuran.

Selain guru yang bercerita, anak-anak yang sudah mulai bisa membaca buku ceritanya sendiri, dikenalkan dengan buku-buku Tunas Integritas. Pada waktu senggang, mereka akan mencoba membaca buku itu sendirian atau berkelompok bersama dengan teman-temannya.

Anak-anak yang membaca buku bersama di waktu senggangnya di sekolah.

Selain 'hanya' mendongengkan buku-buku Tunas Integritas, aku mencoba mengintegraasikannya dengan tema yang sedang berjalan di kelas. Saat tema mengenai lingkungan tengah dibahas di kelas, aku membacakan cerita 'Kota Oncom' tentang kota yang sangat bersih, tertib, warganya malu jika melanggar aturan, selalu tepat waktu, dan segala karakter baik lainnya. Lalu, aku mengajak anak-anak untuk membayangkan apa yang akan dilakukannya agar Bandung menjadi kota sebaik Kota Oncom.

Anak-anak bersiap mendengar cerita 'Kota Oncom'

Anak-anak kelasku kemudian menciptakan rancangan robot penjaga lingkungan yang akan membantu polisi dan petugas kebersihan untuk membuat Bandung menjadi lebih bersih dan tertib.

Rancangan robot penjaga lingkungan yang terbuat dari sampah anorganik.

Anak-anak kemudian menyebutkan harapannya terhadap kota Bandung. Ada yang ingin Bandung menjadi lebih bersih, orang-orang tidak membuang sampah sembarangan agar Bandung tidak banjir lagi. Kemudian ia menciptakan robot pembersih yang memiliki tempat untuk menyimpan sampah organik dan sampah anorganik. Ada pula yang membuat robot agar warga Bandung dapat menaati aturan berlalu lintas. Ia mengatakan, "Kalau ada motor yang naik ke trotoar, robotnya bisa ngeliat dari jauh, terbang trus datang buat ngangkat motornya buat balik lagi ke jalan."

Mendongeng adalah salah satu usaha sederhana untuk menerapkan berbagai karakter baik bagi anak-anak. Dan usaha ini yang terus dilakukan secara aktif oleh komunitas Gerakan Bandung Ber-AKSI di kota tercinta. Namun gerakan ini tidak akan menutup kemungkinan untuk terus menyebarkan dongeng kebaikan bagi anak-anak Indonesia.

29.6.14

Petualangan Ani dan Joni ke Luar Angkasa

Ada sepasang kakak beradik bernama Ani dan Joni. Mereka baru saja pulang bermain dan merasa lelah. Joni mengajak Ani beristirahat dengan tidur sejenak. Saat mereka tertidur, tiba-tiba terdengar suara aneh yang sangat keras. Ani pun membangunkan Joni dan mengajaknya untuk mengecek keluar rumah.

"Joni, suara aneh apa itu?!" seru Ani.
"Aku gak tahu," jawab Joni dengan suara sedikit bergetar.
"Ayo kita cek ke luar!" ajak Ani.
"Ayo! Tapi kita jangan jauh-jauh ya Ani." Joni menyetujui ajakan Ani dan kemudian bergegas keluar rumah seraya berpegangan tangan dengan Ani.

Mereka berdua pun mengendap-endap keluar rumah untuk melihat sumber suara aneh itu. Tiba-tiba suara semakin keras diiringi cahaya yang sangat terang datang mendekat. Dan ada sesuatu yang asing, mendarat di balik pohon. Ani dan Joni perlahan mendekati benda asing itu. Dari benda asing berukuran besar itu, keluarlah 2 makhluk asing berwajah aneh namun terlihat ramah. Makhluk asing itu menyapa Ani dan Joni.

"Halo..." sapa makhluk asing itu.
"Halo, kamu siapa?" tanya Ani.
"Namaku Glugluglu, ini temanku namanya Glogloglo. Kami adalah alien datang dari planet Saturnus," jawab Glugluglu yang ternyata adalah alien.
"Kamu naik apa datang ke Bumi?" tanya Joni penasaran.
"Kami naik kendaraan luar angkasa bernama UFO," jawab Glogloglo.
"Apakah kalian mau ikut kami bermain di planet Saturnus?" ajak Glugluglu.
"Bagaimana caranya?" tanya Ani yang sudah mulai tertarik untuk ikut ke luar angkasa.
"Kalian berdua bisa naik roket, jangan lupa pakai baju khusus untuk di luar angkasa," Glogloglo menjelaskan seraya memberikan baju aneh berwana kuning dengan aksen perak di sekelilingnya. 

Glugluglu pun ternyata menunjukkan sebuah roket berwarna-warni yang bisa digunakan oleh Ani dan Joni untuk ikut pergi ke luar angkasa. Ani dan Joni saling memandang dan kemudian mereka tersenyum pertanda setuju untuk ikut alien Glugluglu dan Glogloglo pergi bermain ke planet Saturnus.

Ani dan Joni pun mengikuti alien dan UFOnya menggunakan roket warna-warni ke planet Saturnus. Sesampainya di planet Saturnus, Ani dan Joni pun berkenalan dengan banyak sekali alien yang sangat senang dengan seni. Alien-alien itu pandai sekali bernyanyi, menari, serta membacakan puisi indah. Ani dan Joni sangat terhibur dengan segala yang ditampilkan oleh mereka.

Setelah puas bermain di luar angkasa, Ani dan Joni merasa rindu untuk pulang ke rumah. Mereka pun meminta ijin pada alien-alien untuk kembali lagi ke Bumi. Alien Glugluglu dan Glogloglo pun mengantarkan mereka kembali ke Bumi.

Sesampainya di Bumi, Ani dan Joni yang merasa lelah, langsung menuju kamarnya untuk beristirahat. Namun ani mengingatkan pada Joni, "Jangan lupa sikat gigi dulu sebelum tidur ya..."


Cerita ini adalah karya anak-anak kelas Bumi sekolah GagasCeria pada tema 'GagasCeria Mencari Bakat'. Tema ini bertujuan untuk menggali potensi anak-anak, mengekspresikannya, lalu menampilkannya di hadapan orangtua mereka. Untuk membuat penampilan yang baik, anak-anak pun membuat suatu perencanaan, pelaksanaan, dan juga evaluasi. Orangtua yang menyaksikan penampilan anak-anak, diajak untuk membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- per orang, yang hasilkan akan dibelikan buku, mainan, serta peralatan menggambar untuk diserahkan pada sekolah-sekolah lain yang membutuhkan. Di sini, anak-anak belajar untuk mengembangkan kemampuannya sekaligus mengasah kepekaan dengan berbagi.

Pertama-tama, ide cerita yang ada di kepala anak-anak dituangkan dalam bentuk gambar yang disusun menjadi buku sederhana.

Buku cerita bergambar buatan anak-anak kelas Bumi

Setelah alur cerita disepakati bersama, anak-anak mulai menggambarkan imajinasi luar angkasa mereka yang kemudian diwujudkan dalam karya berukuran besar yang dibuat bersama-sama. Karya berukuran besar ini nantinya akan dijadikan sebagai 'poster pertunjukan' seperti yang ada di bioskop-bioskop atau teater pertunjukan.

Rancangan gambar terpilih.

Lalu, anak-anak mulai bekerja sama membuat properti pertunjukan untuk digunakan saat di panggung nanti. Properti yang dibuat adalah UFO, roket warna-warni, kostum, dan topeng alien. Anak-anak pun mulai menciptakan lagu, puisi, serta tarian alien yang akan ditampilkan. Untuk pemilihan peran, audisi pun dilakukan untuk pemilihan peran terbaik selain anak-anak mengajukan diri sesuai dengan minat mereka masing-masing. Peran sebagai MC dan pendongeng pun anak-anak sendiri yang memutuskan.

Membuat warna dasar untuk dijadikan sebagai 'luar angkasa'

Membuat bintang-bintang dan planet.

Membuat Bumi dan planet lainnya.

Membuat gambar astronot dan alien

Setelah detil untuk 'poster pertunjukan' tuntas, anak-anak mulai membuat properti lainnya yang berukuran cukup besar. Sebuah properti dikerjakan oleh 10 orang anak hingga bisa menghasilkan properti roket warna-warni dan UFO dalam ukuran yang besar.

Proses pembuatan roket warna-warni.

Proses pembuatan UFO.

Dan, inilah hasilnya....
Roket warna-warni.

UFO milik alien Glugluglu dan Glogloglo.

Setelah properti panggung selesai, kostum dan topeng-topeng mulai dibuat. Semuanya dibuat sejumlah peran yang sudah ditentukan melalui audisi.

Tiap anak ikut menjalankan audisi.

Topi alien yang dibuat dengan cara menggambar, diwarnai, dan diberi tambahan glitter. Pada bagian belakangnya diberi tambahan karet agar bisa dipasang di kepala.

Topi alien yang dibuat dari bahan piring kertas, stik es krim, bulu-bulu ayam, dan potongan kertas serta potongan kain flanel warna-warni.

Setelah semuanya siap, tinggal tugas guru dimulai. Aku membantu menyempurnakan lem yang kurang kuat terpasang, lalu menempelkan poster pertunjukan berukuran sangat besar di area panggung pertunjukan. Dan, pertunjukan pun siap untuk dimulai.

Aku dan Ditha memasang poster pertunjukan sehari sebelum pertunjukan dimulai.

Ini penampakan poster pertunjukan 'Petualangan Ani dan Joni ke Luar Angkasa'

Anak-anak saat pertunjukan di atas panggung.

Jadi, siapa bilang anak-anak hanya mampu berkegiatan sesuai rancangan yang dibuat oleh guru? Di sini, anak-anak berkegiatan sesuai rencana yang dibuat oleh mereka sendiri dengan guru sebagai fasilitator. Ada kebanggaan pada diri setiap anak bahwa mereka dapat berbagi dengan teman-teman di sekolah lain menggunakan uang yang mereka hasilkan dari penjualan tiket pertunjukan.

Kegiatan berbagi dan bermain bersama dengan teman-teman di sekolah lain.


"Ini telur apa?"

Ada sekeranjang telur misterius di tengah kelas yang ditemukan anak-anak seusai istirahat makan. Mereka bertanya-tanya, "Telur apakah ini?" dan tidak ada satu pun anak yang mampu menjawabnya. Beberapa anak mengeksplorasi telur-telur tersebut, bahkan ada yang belum percaya apakah semua telur itu benar-benar telur atau hanya mainan saja. Ia melempar telurnya, alhasil telur pun pecah satu. Ada telur yang retak dan mengeluarkan cairan. "Jangan ganggu, mungkin binatang di dalamnya sedang pipis. Kita ga boleh mengganggu!" seru seorang anak.


Beberapa anak yang penasaran dan terus bertanya-tanya, "Ini telur apa?"

Anak-anak kemudian membuat dugaan serta memegang isi pecahan telur. Ada yang berpendapat telur itu adalah telur burung, ayam, bebek, dan yang terbesar adalah telur DINOSAURUS! Ya. Ada sebuah telur berukuran paling besar, kulitnya kasar, dan sangat keras menyerupai batu. Anak-anak beranggapan telur tersebut adalah telur Dinosaurus.

Lalu, mereka berimajinasi, bagaimana seandainya telur dinosaurus itu tiba-tiba menetas di dalam kelas? Apakah kelas mampu menampung dinosaurus yang begitu besar? Apa yang akan anak-anak lakukan jika dinosaurus benar-benar ada di kelas mereka? Dan, dinosaurus jenis apa yang akan keluar dari telur itu?

Mereka pun mewujudkan imajinasinya dalam beberapa karya yang dibuat bersama-sama. Menurut Adel, telur dinosaurus itu adalah telur Stegosaurus.


Ide Adel muncul setelah membaca sebuah buku bergambar telur Stegosaurus yang menetas. Kemudian ia menggambarkan telur Stegosaurus menetas dalam ukuran besar, dibantu oleh beberapa temannya.


Alka memiliki pendapat lain mengenai jenis dinosaurus yang menetas dari telur. Ia sendiri lupa nama dinosaurusnya, namun Alka menjelaskan bahwa jika dinosaurus ini marah maka bagian tubuh berwarna merah yang ada di lehernya akan mengembang.

Lalu, anak-anak kembali berimajinasi. Seandainya banyak dinosaurus yang menetas dari telur-telur tersebut, mereka harus tinggal dimana? Mereka pun melukis imajinasi mereka tentang habitat tempat tinggal dinosaurus, dan membuat kolase dinosaurus imajinasinya masing-masing. Anak-anak ingin dinosaurus yang menetas dari telur itu adalah dinosaurus cantik dengan tubuh yang berwarna-warni.


Beberapa kolase dinosaurus imajinasi anak-anak dan lukisan tempat hidupnya yang bisa dimainkan sesuai dengan cerita yang mereka inginkan.

Apapun pendapat anak-anak mengenai binatang yang akan menetas dari telur misterius di kelas, mereka sudah mengembangkan imajinasi, kemampuan mereka dalam berpikir, serta mengemukakan pendapatnya tanpa harus dipengaruhi oleh teman-temannya yang lain, bahkan tidak terpengaruh dengan pendapatku sebagai guru. Mereka memiliki idenya sendiri yang sangat hebat! Mereka dengan karyanya yang unik.





* Cerita ini, merupakan alur singkat yang terjadi pada tema 'Menjelajah Ruang dan Waktu' di sekolah GagasCeria.

17.12.13

Raja Pelangi dan Negeri Katumbiri

Ada seorang raja bernama Raja Pelangi. Ia berasal dari negeri yang sangat jauh bernama Negeri Katumbiri. Di negeri itu semuanya berwarna-warni, pohonnya warna-warni, bangunannya warna-warni, padi di sawahnya pun berwarna pink. Raja Pelangi datang mengenalkan negerinya dengan pakaian yang juga berwarna-warni. 

Suatu hari, anak-anak kelas Bulan menerima surat dari Raja Pelangi yang mengabarkan bahwa Negeri Katumbiri mengalami musibah kebakaran hutan. Semua negerinya berubah menjadi kelabu dan Raja Pelangi merasa sangat sedih. Raja Pelangi meminta bantuan pada anak-anak untuk menyelamatkan Negeri Katumbiri agar dapat kembali berwarna-warni. Raja Pelangi pun kemudian menitipkan kura-kura kesayangannya untuk dirawat di GagasCeria.



Revan dan Atha yang mendapat giliran mengganti air dan memberi makan kura-kura kesayangan Raja Pelangi.

Semua anak-anak ingin membantu Raja Pelangi. Mereka menyempatkan diri menelepon Raja Pelangi untuk menanyakan keadaan serta kondisinya, serta menceritakan niat mereka untuk membantu Raja Pelangi. Apa saja yang anak-anak lakukan untuk menolong Raja Pelangi?

Ternyata, anak-anak membuat campuran warna baru untuk mengubah istana Raja Pelangi yang kini kelabu. Mereka pun membuat rancangan istana baru yang indah.

Campuran warna baru dan rancangan istana baru.


Beberapa rancangan istana untuk Negeri Katumbiri

Selain rancangan istana, anak-anak membantu membuat pohon Negeri Katumbiri kembali berwarna-warni. Mereka membuatkan pohon indah warna-warni dari hasil campuran warna baru yang mereka temukan.

Membuat pohon pelangi dari cap tangan dan campuran warna.

Banyak hal yang anak-anak lakukan untuk menolong Raja Pelangi dan Negeri Katumbiri. Bahkan mereka pun sempat menggambarkan Raja Pelangi yang sedang tersenyum, berharap Raja Pelangi tidak lagi merasa sedih. Selain itu, akhirnya mereka pun berhasil mengembalikan warna-warni Negeri Katumbiri yang berubah kelabu karena kebakaran hutan. Anak-anak kemudian mengundang Raja Pelangi untuk datang ke GagasCeria untuk bersama-sama merayakan keberhasilan serta menunjukkan hasil kerja sama saat menolong Raja Pelangi. Anak-anak pun membantu membuatkan pakaian pesta untuk Raja Pelangi.

Gambar Raja Pelangi yang sedang tersenyum.


 Pakaian pesta untuk Raja Pelangi.

Negeri Katumbiri sudah kembali berwarna-warni, istananya, pohonnya sudah tidak kelabu lagi. Raja Pelangi bahagia karena banyak yang menolongnya.


Negeri Katumbiri yang baru.

Raja Pelangi dan ibu guru setelah pesta usai ;)

Raja Pelangi, jangan sedih lagi ya...

Di akhir tema, anak-anak TkB GagasCeria membuat karya besar tentang Kerajaan Katumbiri dan Raja Pelangi. Karya besar berukuran kurang lebih 4 meter ini disimpan di front office.



* Cerita ini adalah alur tema kegiatan TKB GagasCeria mengenai ekspresi diri.