Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta. Show all posts
Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta. Show all posts

11.2.13

Seharusnya Dunia Menatap Kalian

Halo teman-teman,
Senang bisa bertemu beberapa di antara kalian semua. Senang bisa bertemu dengan banyak manusia hebat yang tak segan berbagi. Seharusnya dunia menatap pada kalian.
Sepekan yang lalu aku semakin merasa beruntung dipertemukan dengan kalian, yang tidak selalu memiliki segala tapi mau berbagi untuk semua. Tanpa memandang siapa dan berlatar belakang apa ketika ingin membantu. Ya, kupikir seharusnya dunia menatap pada kalian.
Hidup di dunia yang penuh dengan kecurigaan terhadap sesama, kalian dengan cepat mengulurkan tangan dan beraksi untuk membuat perubahan. Tanpa banyak bicara dengan kata, langkah yang dilakukan kalian jelas nyata. Seharusnya dunia menatap kalian.
Terima kasih sudah membuatku menatap kalian. Terima kasih sudah membantuku untuk lebih luas melihat dunia.
Untuk kalian, manusia di komunitas yang suka berbagi @nebengers dan @Kebukit_

17.1.13

Kunang-Kunang dan Piano

Teman-temanku sayang,
Sudah berapa tahun ya kita bersama? Rasa-rasanya baru kemarin lusa kita saling mengenal dan berusaha 'hidup' berdampingan. Menanggalkan keegoisan dan kepentingan pribadi demi masa depan negeri. Berlebihan? Tidak kurasa. Apa yang kita lakukan bersama memang pada akhirnya demi negeri tercinta bukan?


Aku, kamu, kamu, kamu, dan dia, dengan keunikan kita masing-masing serupa kunang-kunang dengan cahayanya sendiri. Satu bercahaya akan terlihat indah, dan bila bersama akan semakin gemerlapan. Atau serupa dentingan piano, bila bunyi sendiri merdu terdengar dan bila bersama menciptakan simfoni sempurna. Ya, kita akan lebih indah bersinergi. Meski tetap menjadi diri yang unik.

Teman-teman sayang, terima kasih telah menjadi partner kerja setia dalam suka dan duka, dalam tawa dan tekanan deadline. Semoga kita selalu diberikan kekuatan jika bersama.

Salam sayang,
Kika guru dari kelas Bulan


8.2.12

Dari Aku Untuk Kalian

Halo anak-anakku,
Apa kabarnya kalian? Kuharap kalian selalu bersemangat dan tidak ada yang mogok-mogok sekolah atau malas mandi ya...


Anak-anak, maafkan aku ya, kalau akhir-akhir ini sering tidak sabaran. Rasanya semakin sering ya aku terdengar mengomel di kelas. Itu perasaanku. Semoga saja yang kalian rasakan berbeda dan hanya terdengar aku yang senang bercerita. Maafkan aku jika ada di antara kalian yang merasa sedih. Sungguh aku tidak ada maksud membuat kalian bersedih.


Anak-anakku, pelukan yang tiap pagi kuberikan pada kalian adalah setitik kecil ungkapan rasa sayangku pada kalian. Semoga perasaanku sampai pada kalian dengan selamat dan tidak tersesat. Pelukanku setiap pagi sebagai caraku mengirimkan semangat pada kalian yang masih dilanda kantuk. Pelukanku setiap pagi kuharap mampu membuat kalian nyaman berada di dalamnya. Karena aku yang mendapat balasan dekap dari kalian pun merasakan semangat dan kenyamanan berada di dalamnya. Terima kasih.


Anak-anakku, terima kasih telah membuat mata, hati dan pikiranku terbuka luas melihat setiap detil keunikan kalian. Belajar semakin banyak dan semakin dalam untuk membimbing kalian. Ya, aku banyak belajar dari kalian, sayang. Aku belajar bagaimana caranya mengajar. Aku belajar bagaimana caranya bersabar. Aku belajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan lebih baik lagi. Aku guru kalian yang menjadi murid kalian dalam sekolah kehidupan.


Terima kasih, telah sudi berada dalam kehidupanku. Terima kasih telah sudi mengisi hari-hariku dan menghiasinya menjadi semakin cantik. Anak-anakku yang hebat, teruslah semangat. Di tangan kalianlah dunia ini akan berjalan dengan lebih baik. Tetap senyum ketika datang ke sekolah ya, jangan mogok dan menangis lagi. Semua akan baik-baik saja. Sampai bertemu lagi besok di sekolah. Jangan lupa selalu peluk aku ketika datang.


Kelas Awan


Peluk sayang, rindu dan cinta yang banyak,
Aku, ibu Kika guru kalian di kelas, murid kalian di kehidupan.
@hotarukika