2.7.10

ulat, kepompong dan kupu-kupu


Beberapa bulan lalu, ada tempat wisata yang baru dibuka di dekat rumahku, namanya Taman Kupu-Kupu. Dari namanya saja sudah menarik perhatianku. Aku yang suka capung dan kunang-kunang, juga tidak akan bisa menolak pesona kupu-kupu. Makhluk ajaib yang berasal dari ulat.

Di sekolah, aku sempat mengajarkan tentang proses metamorfosis pada anak-anak hingga mereka bisa menciptakan karya buku kupu-kupu dan membuat ceritanya sendiri. Hari ini, aku melihat sendiri proses metamorfosis yang menakjubkan membuatku semakin mengagumi ciptaanNya dan mengucap Subhanallah...

Aku melihat ulat, yang diam di tangkai bunga dengan posisi seperti sudah akan berubah menjadi kepompong.


Di rumah kepompong (tempat khusus untuk menyimpan kepompong) aku melihat banyak sekali jenis kepompong. Ada kepompong ulat pohon beringin yang seperti emas, hingga kepompong kupu-kupu beracun.


Kupu-kupu yang menggantung itu adalah kupu-kupu yang baru keluar dari kepompong. Dia membutuhkan waktu kira-kira 3 hingga 4 jam untuk mengeringkan sayapnya agar siap terbang. Saat proses ini, sayapnya masih sangat rapuh. Aku melihat banyak kupu-kupu yang jatuh di rumah kepompong, katanya kupu-kupu itu disentuh sayapnya hingga 'rusak'. Proses pertumbuhan kepompong sangat tergantung pada cuaca. Semakin cerah dan panas mataharinya cukup, semakin bagus. Kalau terlalu sering hujan, proses pertumbuhannya tidak terlalu baik.

Kalau mau melihat banyak kupu-kupu terbang, aku harus datang ke tempat ini saat matahari bersinar cerah dan panas. Kalau mendung, kupu-kupu sudah mulai berlindung di bawah daun. Aku juga melihat banyak kupu-kupu yang mati karena sayapnya rusak terkoyak parah, mungkin karena sekarang ini sering hujan. Sayang sekali...

Ini beberapa kupu-kupu yang berhasil aku ambil fotonya ;) cantik-cantik...


Sukaaaaaaaa.... Kupu-kupunya cantik ;)



*thanks to Adry untuk mengejar beberapa kupu-kupu di sini ;)

17.4.10

detektif

Sebelumnya, karya besar yang dibuat oleh anak-anak bertema istana. karya besar istana itu dibuat oleh anak-anak TKB (bisa dilihat di postingan sebelumnya)

TKA juga tidak mau kalah, mereka membuat karya besar dengan tema detektif yang terdiri dari tiga bagian gambar. Ada detektif yang sedang mengamati jejak kaki dengan menggunakan kaca pembesar, kucing dan juga markas detektif.

Detektif - dibuat oleh anak-anak kelas Air.

Markas Detektif - dibuat oleh anak-anak kelas Awan.

Kucing - dibuat oleh anak-anak kelas Angin.

Dan, akhirnya karya anak-anak itu digabungkan dalam satu display yang bercerita.

5.3.10

Istana Megawarna


Di setiap semester, front office sekolahku selalu berganti penampilan dengan mendisplay sebuah karya berukuran besar. Semuanya adalah hasil karya yang dibuat oleh anak-anak secara bekerja sama. Awal semester ini, tema karya yang diambil adalah Istana Megawarna. Karya besar ini dibuat oleh anak-anak TKB kelas Bumi, Bulan dan Bintang. Guru-guru hanya membantu menempelkan ke dinding front office. Rancangan karya ini dibuat oleh Ikmal, fasilitatornya Bu Eri, hebat!

Ini pohon-pohon di samping istana...

 
  

Ini pintu masuk istana...

 

Dan akhirnya...
Inilah Istana Megawarna ^_^


Istana ini ukurannya sangat besar...


 

^_^

31.1.10

kisah BAKUGAN di hari Jumat

seluruh kisah ini terjadi di suatu hari jumat, mulai pagi hingga siang hari kira-kira setahun yang lalu...

di sekolahku, kami memberlakukan 'kartu hebat' untuk anak-anak yang tidak terlambat datang ke sekolah. mereka akan selalu mendapatkan cap di kartunya jika tidak terlambat dan akan mendapatkan hadiah di setiap akhir bulan jika kartunya penuh dengan cap.

pada suatu jumat, ada seorang anak yang biasanya tidak pernah terlambat tapi entah kenapa hari itu ia terlambat. ia datang tergopoh-gopoh hingga tasnya tertinggal di pelukan maminya. saat ia menghampiriku untuk mengecap kartu hebatnya, aku berkata, "maaf, kamu terlambat."

tidak disangka kata-kataku membuatnya kecewa. ia menangis dan melemparkan bakugan yang dibawanya dari rumah yang awalnya untuk dimainkan bersama teman-temannya di hari jumat itu.
bakugan adalah mainan berbentuk bola kecil yang ketika dilemparkan bola itu akan terbuka membentuk robot.
 

bakugan yang dilemparkannya entah meluncur kemana. ia langsung mencarinya sambil terus menangis. ketika tidak bisa menemukan mainannya, tangisannya semakin keras dan lama hingga waktu kegiatan dimulai, ia belum berhenti menangis.

aku menghampirinya dan mengajaknya bicara, "kita main dulu ya, nanti kita cari bakugannya sama-sama." 
tapi ia belum mau menuruti ajakanku hingga teman-temannya berkata, "ayo kita belajar dulu, nanti dibantuin cari bakugannya bareng-bareng." dan tak disangka, ia pun tersenyum dan bergabung dengan teman-temannya yang lain. namun sepanjang kegiatan, aku memperhatikan ia tampak sedikit lebih gelisah dibandingkan biasanya, mungkin pikirannya masih tertuju pada bakugannya yang hilang.

saat kegiatan inti usai, ia menagih janji teman-temannya untuk membantu mencari bakugannya yang hilang. kemudian 20 orang anak bekerja sama keliling sekolah mencari bakugan milik temannya yang hilang. ada yang menengok ke kolong meja, menyusuri lapangan rumput, mencarinya ke lantai atas (padahal hilangnya di sekitar kelas di lantai bawah). tapi yang jelas, kerjasama mereka membuatku kagum menggambarkan begitu sayangnya 19 anak terhadap temannya yang sedih.

 

namun sayang, kerjasama mereka belum membuahkan hasil hingga waktu kegiatan lainnya akan dimulai. aku memberikan saran padanya untuk meminta bantuan mas-mas penjaga sekolah untuk mencarikan bakugannya yang hilang saat mereka menyapu dan membereskan sekolah. dan ia berkata, "mas tolong cari bakugan aku." tapi ternyata ia meminta mas-mas untuk mencarinya sekarang juga dengan pengawasannya. tingkahnya yang menggelikan seperti mandor, aku hentikan dengan maksud ia harus bisa belajar bersabar dan tidak memaksakan kehendaknya pada orang lain.

namun lagi-lagi yang kulakukan membuatnya menangis kembali. ia kemudian mencegat teman-teman dari kelas lain yang baru saja dari lapangan dan menggeledah pakaiannya untuk mencari bakugannya, berlari ke lantai atas dan mencari bakugan di ruang perpustakaan. ia bertanya pada guru yang sedang berada di perpustakaan, "bu, mana bakugan aku?" pertanyaan yang membuat guru itu ternganga heran.

aku kemudian bertanya, "apa bakugan kamu punya kaki?"
ia menjawab, "tidak."
aku bertanya lagi, "apa bakugan kamu bisa berjalan sendiri ke atas, kalau hilangnya di bawah?"
ia menjawab, "tidak." dan berlari lagi ke bawah sambil terus menangis. ia juga berteriak, "aku marah!"

beberapa kegiatan sekolah, tidak ia lalui demi mencari bakugan yang belum sempat ia mainkan bersama teman-temannya. salah satunya adalah pinjam buku di perpustakaan. 
menjelang waktu pulang sekolah, aku memanggilnya untuk datang ke perpustakaan meminjam buku. saat itu ia sudah lebih tenang dan tidak menangis lagi.
kemudian aku mengajaknya bicara berdua di perpustakaan. 

aku, "kenapa kamu marah dan nangis?"
dia, "bakugan aku hilang."
aku, "kenapa bakugan kamu bisa hilang?"
dia, "soalnya aku lempar."
aku, "kenapa kamu lempar?"
dia, "soalnya aku marah."
aku, "kenapa kamu bisa marah?"
dia, "soalnya aku ga bisa ngecap."
aku, "kenapa kamu ga bisa ngecap?"
dia, "karena aku datang terlambat."
aku, "jadi kenapa kamu marah sebetulnya?"
dia, "karena aku terlambat."
aku, "jadi ibu kika ingin tanya, sebetulnya siapa penyebab hilangnya bakugan kamu?"
dia, "aku."
aku, "jadi kenapa kamu marah pada orang lain karena tidak menemukan bakugan kamu?"

dia pun diam menundukkan kepalanya.
aku berkata lagi, "kita bisa meminta tolong pada orang lain untuk membantu kita, tetapi tidak bisa kita memaksakan mereka untuk memecahkan masalah kita."
lalu, "kamu boleh meminta tolong mas-mas untuk mencarikan bakugan, tapi tidak bisa marah jika bakugannya tidak ditemukan. karena siapa penyebab hilangnya bakugan kamu?"
dia semakin terdiam.
aku, "ibu kika janji akan membantu kamu, tapi ibu kika mohon maaf kalau tidak bisa menemukan bakugannya dan ibu kika akan cerita sama papi kalau bakugan kamu hilang."
ia pun mengangguk.

aku pun tak lupa menjelaskan bahwa peraturan tidak mengecap kartu hebat jika terlambat adalah peraturan yang berlaku untuk semua. tampaknya ia ingin membuktikannya dan ketika bertemu dengan temannya yang pernah terlambat, ia bertanya, "kalau kamu terlambat, kamu ngecap tidak?" dan temannya menjawab, "tidak."

walaupun bakugan belum ditemukan, aku bersyukur ia bisa lebih tenang dan menerima kata-kataku dengan baik. saat pulang, ia dijemput oleh pamannya dan aku ceritakan seluruh kisah hilangnya bakugan hari itu. saat ia dan pamannya menuju mobil, tiba-tiba seorang anak berlari menghampiriku sambil berteriak, "bu, ini bakugannya ketemu di kolong meja!" dan seketika itu juga aku berlari ke area parkir untuk mengejar sang pemilik bakugan. aku ingin ia tenang menjalani akhir minggunya dengan bakugan yang sudah kembali.

wajahnya begitu bersinar melihat bakugan di tanganku dan meluncur ucapan terimakasih dari mulutnya. "terimakasih bu kika, sudah bisa menemukan bakugan aku."
aku membalas, "lala yang nemu bakugan kamu, nanti bilang terimakasih sama lala ya."
dan ia pun menganggukkan kepalanya.

hari senin, ia menepati janjinya. mengucapkan terimakasih pada lala yang menemukan bakugannya dan meminta maaf pada teman-teman yang digeledah bajunya.


 

salim, dialah pemilik bakugan yang menjadi misteri seharian.
ia yang membuatku belajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan baik.
ia yang mengajariku bagaimana caranya mengajar.
karena sebagai orang dewasa, kitalah yang seharusnya menyelami dunia anak-anak agar bisa memahami apa yang dipikirkan dan dirasakannya. mengetahui alasan anak marah dan sedih dan bagaimana cara meredakannya.

seringkali aku menemukan orang dewasa yang ingin melalui jalan pintas untuk meredakan amarah anak tanpa mau mendengarkan pendapatnya. padahal anak-anak sudah bisa diajak untuk berkomunikasi bahkan dari hati ke hati. anak hanya butuh dipahami. orang dewasa hanya perlu mengeluarkan persediaan kesabarannya yang tidak pernah mungkin habis.

terimakasih banyak salim ^_^
pengalaman setahun bersamamu membuatku banyak belajar


 

 



23.1.10

how to train your dragon

imajinasiku terfasilitasi tanggal 17 januari minggu lalu. aku dapat kesempatan menonton 3D footage 'how to train your dragon' di XXI ciwalk *thanks to riane . film ini belum ada ending-nya, baru 2/3 nya saja tapi betul-betul menghibur dengan animasi dan ceritanya. kabarnya, film lengkapnya akan keluar di bulan maret tahun ini.


'how to train your dragon' diangkat dari novel anak dengan judul yang sama karya cressida cowell.

 

keduanya layak untuk dinikmati karena punya sisi menarik yang berbeda. walaupun seperti film-film lainnya yang diangkat dari novel - baca : ada tokoh yang berbeda dan alur yang sedikit berbeda, film ini benar-benar bisa memfasilitasi imajinasi tentang seekor naga dan mengubah pandangan tentang naga.

 

film ini bercerita tentang seorang anak bernama hiccup horredous haddock III (diberi nama hiccup karena ia memang suka cegukan). seorang anak harapan dan ahli waris tahta suku hooligan namun ia seringkali dihina karena lemah padahal ia adalah anak dari kepala suku. 
ayahnya sendiri begitu sangat meragukan kemampuannya. setiap kali datang naga di desa mereka, hiccup selalu diperintahkan untuk bersembunyi bukan dipercaya dan diberikan kesempatan untuk memburunya.
hingga suatu saat hiccup ingin membuktikan pada ayah dan juga teman-temannya bahwa dirinya bisa memburu naga dengan kemampuannya sendiri. ia mengambil alat semacam tembakan jaring untuk memburu naga dan pergi ke atas bukit. singkat cerita, hiccup berhasil menjaring naga namun tidak seorang pun yang dapat mempercayainya karena tidak terbukti secara fisik.
saat berjalan-jalan di hutan, hiccup menemukan jejak seperti benda jatuh berguling, ia mengikuti jejak itu dan ternyata benar ia telah berhasil menjaring naga. naga itu belum mati namun terjerat hingga tidak bisa bergerak dan hiccup mengeluarkan belati untuk membunuhnya. namun ketika menatap matanya, hiccup jatuh iba dan ia menggunakan belatinya untuk membuka jeratan di tubuh naga itu.
sejak itu, hiccup terus menemui naga dan mencoba memahami naga itu dari sisi yang berbeda. hiccup akhirnya mengurungkan cita-citanya sebagai pemburu naga.
namun, saat hiccup mengungkapkan pada ayahnya bahwa ia tidak mau lagi bercita-cita sebagai pemburu naga, saat itu pula ayahnya berubah pikiran. ayahnya memerintahkannya untuk menjadi pemburu naga sebagai penerus dirinya. titik.
hari-hari yang hiccup habiskan bersama sang naga yang diberinya nama toothless, membuatnya semakin menyadari bahwa semua yang selama ini ia dan suku hooligan yakini tentang naga adalah salah!

banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari film ini. 
dari sisi seni, animasi 3D film ini begitu mengagumkan buatku. selain itu imajinasi benar-benar dibutuhkan walaupun memang lebih dibutuhkan saat membaca novelnya.
pelajaran yang bisa diambil, adalah pelajaran klasik 'dont judge a book by its cover', jangan menilai naga karena penampilannya yang menakutkan dan itu telah dibuktikan oleh hiccup terhadap toothless. ia dapat melihat suatu hal dari sisi yang berbeda.
selain itu *sebagai guru, aku melihat satu hal menarik dari film ini. sebagai orangtua, sebaiknya tidak memaksakan kehendak pada anaknya seperti yang dilakukan oleh ayah hiccup. beliau begitu tidak percaya akan kemampuan anaknya namun kemudian memaksakan kehendaknya tanpa menanyakan pendapat anaknya sedikit pun.

film ini adalah film yang benar-benar direkomendasikan untuk ditonton di bulan maret. sisihkan uang untuk menontonnya ;) 

sekali lagi, thanks to: 
- riane yang mengingatku dan adikku untuk ikut nonton gratis, semoga tidak berhenti sampai di sini saja kumpul-kumpul bloggernya ;D 
- mbak eva yang sudah memberikan undangan gratis buat para blogger dan juga mengundang 2 orang temanku sesama guru di GagasCeria
- my sist atas tebengan motornya menuju XXI ciwalk
- teman-teman lainnya yang sama-sama terpukau dengan film ini ;)


blogger team
kiri-kanan : riane, dini, aku, lily, my sist




teacher team
kiri-kanan : iin, risna, aku

21.12.09

visualisasi ibu kika

di sekolah, anak-anak memanggilku dengan sebutan 'ibu kika'. belum lama ini aku berpikir, kira-kira apa sih sebenarnya yang mereka lihat dari aku, apa pendapat mereka tentang aku?

dan, pada satu kesempatan, aku mengajak anak-anak untuk menggambarkan aku menurut versi mereka sendiri. lucu!

ini hanya beberapa dari hasilnya


 

selain menggambarkan aku, mereka juga aku mintai pendapat. bagaimana aku menurut mereka, kelebihan juga kekurangannya. pendapat mereka begitu polos dan apa adanya. membuatku berpikir untuk berbuat lebih baik lagi untuk membantu perkembangan mereka ^_^

 
Mas Ari : "Bu Kika baik, kalau mas ada yang susah suka dibantuin. Ga suka marah tapi ngomongnya suka tarik-tarik (baca : keras-keras). Bu Kika jangan keras-keras ngomongnya!"

Vio : " Ibu Kika nya lagi lihat SD, anak-anaknya di belakang lagi baris. Lihat angkasa ada langitnya pada panas. Ibu Kika baik soalnya udah bantuin Vio berdoa."

Vio terdiam saat aku bertanya, "Menurut Vio, apa yang perlu ibu Kika perbaiki?" Hmmmm, tampaknya ia masih bingung ^_*

 
Jessie : " Ibu Tiwi mau ngebantuin Alif. Dia jalan dulu. Bu Nora mau ngomong sama Ibu Tiwi. Ibu Kikanya bilang ke Ibu Tiwi."

Jessie juga menggambarkan partner mengajarku di kelas (Ibu Nora dan Ibu Tiwi - guru individual). Ia tampak sering mengamati kegiatan gurunya sehari-hari yang sering berdiskusi ^_^

" Bu Kika mau ngebantuin Azka, soalnya masang puzzle nya susah. Bu Kika harus ngomongin apa aja."

maksudnya, Jessie sebelumnya memperhatikan aku yang membantu Azka menyusun puzzle yg cukup banyak kepingannya. Jessie melihat hal itu sebagai kelebihanku sebagai guru, membantu menyusun puzzle.
Kalimat selanjutnya maksudnya adalah aku sering sekali bicara banyak hal dan menurut Jessie itu adalah memang yang seharusnya (baca : tugas guru). hehe... lucu banget penjelasannya ^_^

   


dua anak selanjutnya, Aura dan Kayla belum sempat bercerita. Aura keukeuh ingin menyelesaikan dulu tugasnya mewarnai bajuku yang bermotif kotak-kotak kecil. itu membutuhkan waktu yang cukup lama ^_^
sedangkan Kayla ingin membuat gambar guru yang lainnya (Ibu Tiwi dan Ibu Nora).

sebagian besar cerita dan pendapat anak-anak tentang aku adalah tentang suara, bicara dan sejenisnya. membuatku berjanji, mulai semester 2, aku akan memperbaiki intonasi suara supaya tidak terkesan berteriak pada anak-anak.

love u all

20.12.09

sang pemimpi

kemarin aku nonton film sang pemimpi. bagus seperti novelnya.


yang jelas banyak sekali kata-kata penyemangat terutama yang terlontar dari Arai.
aku suka Arai. ditekankan lagi, Arai. bukan Ariel Peter Pan yang berperan sebagai Arai dewasa.


 kata-katanya, 
"bermimpilah setinggi-tingginya, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu." 
membuatku sadar, urusan kita sebagai manusia adalah berusaha sekuat tenaga dan tentu saja berdoa. gantungkan cita-cita setinggi langit memang benar adanya karena yang akan memeluk cita-cita itu adalah Tuhan yang pasti akan membantu merealisasikannya setelah kita berusaha. 

kesabaran yang ditunjukkan pada film itu, persahabatan yang sangat mulia benar-benar menampar kehidupanku sehari-hari dan membuat malu pada diri sendiri dan juga malu pada Tuhan.

film ini benar-benar penyemangat!

aku mau menulis banyak, tapi harus segera bersiap-siap berangkat ke ulang tahun murid ^_^

semangaaaaaat!

19.12.09

nenek itu lagi

masih ingat dengan nenek ini? yang aku tulis di sini ?



hari ini 19 Desember 2009, setelah aku bersenang-senang dengan teman-teman, tanpa sengaja aku bertemu lagi dengan si nenek. masih di tempat yang sama, duduk di atas kaleng bekas dan memegang gelas plastik, si nenek menundukan kepalanya dan masih menggumamkan hamdalah ketika gelasnya dimasukan uang koin atau kertas.

semakin aku bersyukur, aku bisa bertemu dengannya lagi dan berbagi sedikit rejeki yang aku dapat. subhanallah, si nenek masih berumur panjang. pertama aku bertemu dengan si nenek tahun 2005, setahun kemudian aku melihatnya dan sekarang setelah 4 tahun berlalu si nenek masih bersabar menjemput rejekinya dan mendoakan orang-orang yang berbagi dengannya.

18.12.09

budaya tepat waktu

tanggal 8 Desember lalu, aku pergi menghadiri seminar di Jakarta. dalam undangan tertera acara akan dimulai pada pukul 08.00. walau jarak antara Bandung dan Jakarta tidak akan memakan waktu yang lama dengan adanya bantuan tol, tapi aku harus berangkat pukul 04.30 dengan alasan tidak boleh terlambat dan antisipasi jalan dalam kota Jakarta yang macet.


ternyata benar... 



memang bukan pemandangan baru buat Jakarta. Bandung juga sekarang tidak jauh berbeda. tapi kupikir dengan macetnya jalanan sekarang bukan berarti bisa dijadikan alasan untuk 'ngaret'.

aku masih sangat teramat meyakini bahwa budaya tepat waktu itu penting. dalam dunia kerja, hal itu menunjukkan profesionalitas dan menghargai orang lain. banyak hal yang bisa dilakukan daripada menunggu dan aku sangat yakin, semua orang tidak suka menunggu apalagi tidak pasti harus sampai kapan.

kembali lagi ke masalah seminar.
seminar yang aku hadiri ini adalah seminar yang cukup besar. melibatkan pembicara nasional dan internasional bahkan juga menteri. pesertanya adalah guru-guru yang berasal dari beberapa daerah yang bukan hanya dari Jakarta. namun aku heran, kenapa banyak sekali yang tidak belum menghargai waktu?! datang terlambat dengan alasan 'macet'. bukan sebuah rahasia kalau Jakarta macet. jadi memang sebaiknya kita yang berusaha untuk berangkat lebih awal untuk memperhitungkan waktu.
 
kita adalah guru yang memberi aturan tidak boleh terlambat pada anak-anak di sekolah. seharusnya kita juga tidak terlambat.

kita adalah guru yang meminta pada anak-anak untuk memperhatikan ketika kita sedang bicara di depan kelas. seharusnya kita juga menghargai pembicara seminar dan tidak membuat obrolan sendiri apalagi yang tidak berhubungan dengan materi seminar.

guru, yang digugu dan ditiru. jangan pernah mengeluhkan anak-anak yang tidak tertib jika sebagai guru kita tidak mentertibkan diri sendiri.

tulisan ini aku buat hanya untuk refleksi, mengingatkan diri sendiri yang sebagai guru, yang sering cerewet dengan aturan.

aturan dibuat bukan untuk dilanggar kan?!

4.12.09

that i would be good

kembali aku terinspirasi, kali ini datangnya dari sebuah lagu...
setelah blog walking ke blog teman & download satu lagu favoritku di masa lalu, aku membaca liriknya, mendalami maknanya & jadi penyemangat baru!


alanis morissette!!! 


that i would be good even if i did nothing
that i would be good even if i got the thumbs down
that i would be good if i got and stayed sick
that i would be good even if i gained ten pounds

that i would be fine even if i went bankrupt
that i would be good if i lost my hair and my youth
that i would be great if i was no longer queen
that i would be grand if i was not all knowing

that i would be loved even when i numb myself
that i would be good even when i'm overwhelmed
that i would be loved even when i was fuming
that i would be good even if i was clingy

that i would be good even if i lost sanity
that i would be good whether with or without you