17.11.10

Seminar Guru Untuk Indonesia


Sekolah GagasCeria Bandung akan mengadakan seminar guru yang seluruh dananya akan disumbangkan untuk para korban bencana alam di Indonesia, terutama untuk Mentawai dan Merapi.

Tema seminarnya, 'Penelitian Tindakan Kelas dan Program Membaca di Kelas' dengan pembicara Nina Felicia Faridz dari Sampoerna of Education dan Lia Marlia dari GagasCeria. Rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 November 2010 dari pk. 08.00-12.30 wib di GSG. SD GagasCeria jln. Malabar 61 Bandung.

Dengan biaya Rp. 65.000,- kita sudah menyumbang untuk Indonesia. Pendaftaran sudah dibuka dari 15 November hingga 19 November 2010 dari pk. 09.00-15.00 wib di perpustakaan Elmuloka GagasCeria atau di gedung TK GagasCeria Bandung.

Ayo Guru Indonesia, kita belajar dan beramal ;)

13.11.10

Just Say 'NO' to Plastic Bag!!!

Membaca satu artikel di majalah tentang kantong plastik membuatku kembali berpikir tentang bumi yang aku tumpangi. Semakin tua, bumi ini terasa semakin 'ringkih'. Banyak yang mengatakan bahwa alam tengah 'mengamuk' namun bagi alam semua adalah alami, hanya saja kita yang sewajarnya menyesuaikan diri dan juga tau diri.



Mengurangi jumlah pemakaian kantong plastik adalah salah satu bentuk 'tau diri' kita sebagai makhluk yang menumpang di bumi ini. Karena salah satu bentuk sampah yang sulit terurai adalah plastik.

Setiap orang dalam setiap keluarga, pasti menghasilkan sampah, baik itu sampah organik maupun sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa didaur ulang oleh alam. Zat-zat pengurai di dalam tanah akan menghancurkan sampah organik dan menjadikannya kembali bagian atau unsur tanah. Sampah anorganik adalah barang sisa pakai yang sulit diuraikan oleh alam. Contohnya plastik, kaleng, kaca, alumunium foil, batu batere dan sebagainya. Setiap tahun diperkirakan 500 milyar sampai satu triliun kantong atau tas plastik dipakai dunia yang diberikan secara cuma-cuma oleh supermarket dan pengecer barang-barang konsumsi. Tapi untuk kecuma-cumaan dan kepraktisan tersebut ada harga yg harus dibayar oleh masyarakat dunia.


Plastik sangat sulit hancur secara alami dan juga sulit didaur ulang. Setiap sampah plastik yang dibuang, baru akan terurai secara sempurna dalam waktu 1000 tahun! Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan juga air tanah. Artinya, walaupun kita membuang sampah plastik pada tempat sampah di rumah, tetap saja merusak lingkungan pada akhirnya. Membakar sampah plastik pun menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yg kita hirup. Polusi udara seperti ini punya dampak serius karena melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kanker.




Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi, sumber energi yang sangat langka dan sangat dibutuhkan manusia. Di Inggris saja, diperlukan dua milyar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah mencemari lingkungan.

Di berbagai negara lain, pemerintah sudah mulai terlibat dalam memerangi penggunaan jenis sampah ini. Secara bertahap, pelarangan memberikan tas plastik oleh toko sudah dilakukan Jerman, Perancis, Jepang, China dan sebagian Amerika Latin. Di China bulan Juni 2008 lalu, pemerintah telah mengambil langkah yang lebih tegas dengan menjalankan kebijakan yang melarang pemberian kantong plastik gratis sama sekali. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi banyaknya polusi dan sampah negara itu.

Kota Coles Bay di Tasmania, Australia menjadi kota bebas kantong plastik pertama di Australia pada bulan April 2003. Pada bulan Januari 2008, menteri lingkungan Australia berharap bisa menghilangkan penggunaan plastik sama sekali di seluruh swalayan seantero negeri. Bangladesh adalah negara besar pertama yang melarang kantong plastik.

Pada tahun 2005, badan legislatif perancis memilih untuk melarang plastik pada tahun 2010. Pulau Corsica di Perancis menjadi pulau pertama yang melarang kantong plastik di toko-toko besar pada tahun 1999.Jerman adalah negara yg paling ketat memberlakukan kebijakan antiplastik. Sudah sejak lima belas tahun yang lalu, pemerintah Jerman peduli dengan sampah plastik. Kini, jangan harap anda diberi kantong plastik jika berbelanja di toko. Pembeli sudah terbiasa membawa kantung ramah lingkungan sendiri.

Bagaimana dengan Indonesia? Meskipun belum ada pelarangan penggunaan kantong plastik, tetapi kita bisa memulainya dengan cara membawa kantong ramah lingkungan kemana saja. Jika membawa tas lebih baik memasukkan belanjaan dalam tas dan menolak kantong plastik yang diberikan oleh toko.