6.9.14

"Ibu, kapan datang ke sini lagi?"

Bulan Ramadhan yang lalu, aku dan teman-teman yang tergabung dalam Gerakan Bandung Ber-AKSI rutin mengisi kegiatan mendongeng di Masjid Hidayatussalamah, daerah Kalipah Apo Bandung, setiap hari Jumat sore selepas waktu Ashar. Semacam mengisi kegiatan ngabuburit yang menyenangkan untuk anak-anak. Selain mendongeng dengan menggunakan buku dari Tunas Integritas, kami juga menciptakan berbagai kegiatan yang menarik bagi anak-anak. Ide kegiatan diambil dari buku Tunas Integritas yang dibacakan setiap minggunya.

Pekan pertama kegiatan belum dimulai. Gerakan Bandung Ber-AKSI baru menyepakati sanggup mengirim relawannya untuk mendongeng secara rutin selama sisa Jumat di bulan Ramadhan. Pekan selanjutnya, kegiatan diisi dengan dongeng Tunas Integritas bersama Ibu Yulita dan Ms. Julie, guru-guru SD GagasCeria yang juga tergabung dalam Gerakan Bandung Ber-AKSI. Mereka membacakan dongeng dan membuka pojok baca di dalam masjid untuk semakin menumbuhkan minat baca bagi anak-anak. Banyak buku bacaan anak yang diboyong dari perpustakaan Elmuloka.


Ibu Yulita sedang mendongeng di hadapan anak-anak (dan beberapa ibu) di Masjid Hidayatussalamah Bandung.

Pojok baca yang menarik untuk anak-anak. Ternyata mereka sangat suka membaca.

Pertemuan pada pekan selanjutnya, Ibu Nora, Ibu Sri, dan Ibu Wulan mendapatkan gilirannya. Mereka adalah guru-guru playgroup dan TK yang hebat bercerita boneka bahkan menciptakan lagu yang idenya diambil dari buku Tunas Integritas. Ekspresi suara yang berganti-ganti, membuat anak-anak terpaku menyimak dongeng hari itu.

Dongeng dengan boneka tangan.

Lagu ciptaan Ibu Wulan.

Ibu Nora mengenalkan lagu ciptaan Ibu Wulan pada anak-anak.

Pada pekan menjelang Ramadhan berakhir, giliran aku, Achie, dan Risna didampingi juga oleh Pak Indra, yang berkunjung ke Masjid Hidayatussalamah untuk mendongeng dan juga mengajak anak-anak berkarya. Aku membacakan cerita berjudul 'Secukupnya Saja' dari salah satu seri buku Tunas Integritas. Cerita ini mengajak anak-anak tidak berlebihan saat makan, mau berbagi pada teman-teman yang saat itu tidak membawa bekal makanan. Aku menghubungkannya dengan momen bulan Ramadhan dan mengajak anak-anak tidak berlebihan saat berbuka puasa. Kemudian kami juga mengajak anak-anak berkarya membuat celengan dari botol bekas yang kami minta mereka bawa dari rumahnya masing-masing. Karya ini dihubungkan dengan momen lebaran yang akan segera tiba. Anak-anak diajak untuk menabung uang yang mereka dapatkan dari saudaranya saat lebaran nanti.

Ekspresiku saat mendongeng.

Anak-anak mulai mencoba berkarya dengan botol bekas.

Aku, Achie, dan Risna merupakan relawan terakhir yang berkegiatan di Masjid Hidayatussalamah. Kami pun tidak sempat untuk diam lebih lama untuk berbuka puasa bersama dengan anak-anak di masjid. Kami lalu berpamitan pada anak-anak untuk pulang dan mereka pun satu persatu menyalami, cium tangan, seraya bertanya, "Kenapa ga buka puasa di sini?" Ada pula yang bertanya, "Jumat depan ke sini lagi kan?" Tapi ketika aku menjawab 'tidak', mereka pun kembali bertanya, "Ibu, kapan datang ke sini lagi?"

Pertanyaan-pertanyaan sederhana yang membuat terharu. Bahagia rasanya bisa berbagi cerita tentang karakter baik melalui dongeng. Dan yang pasti, Gerakan Bandung Ber-AKSI masih akan terus berlanjut bersama dongeng Tunas Integritas-nya.

5.9.14

Gerakan Bandung Ber-AKSI

Gerakan Bandung Ber-AKSI adalah suatu gerakan BERcerita AntiKorupSI, yang aktif dimulai sekitar bulan Mei 2014. Bandung di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, berkomitmen untuk menjadikan Bandung lebih 'bersih'. Gerakan Bandung Ber-AKSI dengan buku Tunas Integritas-nya, berkeliling kota Bandung untuk mendongeng mengajak anak-anak menyimak cerita tentang kejujuran, hidup sederhana, dan cerita karakter baik lainnya. Buku ini bercerita tentang kebaikan, tidak ada cerita korupsi, bahkan tidak ada kata korupsi di dalamnya. Kata korupsi haram untuk dikenal oleh anak-anak.

6 seri buku Tunas Integritas KPK dengan beberapa cerita pendek khas anak-anak dan contoh kegiatan berkarya.

Satu set buku cerita anak ini, KPK bagikan secara cuma-cuma bagi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang juga berkomitmen untuk terus mendongengkannya pada anak-anak. Para guru dan pengurus TBM diharapkan dapat terus menggunakan buku Tunas Integritas ini untuk menyebar cerita karakter baik, menanamkannya dalam kehidupan sehari-hari hingga mampu menguatkan karakter anak-anak. Aku sebagai guru anak usia dini, juga membuat jadwal rutin bercerita karakter dengan memanfaatkan buku-buku ini. Menciptakan kegiatan baru yang idenya diambil dari cerita buku tersebut.

Aku membacakan cerita tentang karakter kejujuran.

Selain guru yang bercerita, anak-anak yang sudah mulai bisa membaca buku ceritanya sendiri, dikenalkan dengan buku-buku Tunas Integritas. Pada waktu senggang, mereka akan mencoba membaca buku itu sendirian atau berkelompok bersama dengan teman-temannya.

Anak-anak yang membaca buku bersama di waktu senggangnya di sekolah.

Selain 'hanya' mendongengkan buku-buku Tunas Integritas, aku mencoba mengintegraasikannya dengan tema yang sedang berjalan di kelas. Saat tema mengenai lingkungan tengah dibahas di kelas, aku membacakan cerita 'Kota Oncom' tentang kota yang sangat bersih, tertib, warganya malu jika melanggar aturan, selalu tepat waktu, dan segala karakter baik lainnya. Lalu, aku mengajak anak-anak untuk membayangkan apa yang akan dilakukannya agar Bandung menjadi kota sebaik Kota Oncom.

Anak-anak bersiap mendengar cerita 'Kota Oncom'

Anak-anak kelasku kemudian menciptakan rancangan robot penjaga lingkungan yang akan membantu polisi dan petugas kebersihan untuk membuat Bandung menjadi lebih bersih dan tertib.

Rancangan robot penjaga lingkungan yang terbuat dari sampah anorganik.

Anak-anak kemudian menyebutkan harapannya terhadap kota Bandung. Ada yang ingin Bandung menjadi lebih bersih, orang-orang tidak membuang sampah sembarangan agar Bandung tidak banjir lagi. Kemudian ia menciptakan robot pembersih yang memiliki tempat untuk menyimpan sampah organik dan sampah anorganik. Ada pula yang membuat robot agar warga Bandung dapat menaati aturan berlalu lintas. Ia mengatakan, "Kalau ada motor yang naik ke trotoar, robotnya bisa ngeliat dari jauh, terbang trus datang buat ngangkat motornya buat balik lagi ke jalan."

Mendongeng adalah salah satu usaha sederhana untuk menerapkan berbagai karakter baik bagi anak-anak. Dan usaha ini yang terus dilakukan secara aktif oleh komunitas Gerakan Bandung Ber-AKSI di kota tercinta. Namun gerakan ini tidak akan menutup kemungkinan untuk terus menyebarkan dongeng kebaikan bagi anak-anak Indonesia.