29.6.16

Kukuruyuuuuukkkk.... Mengamati Ayam, Yuk!

Di tema kelas Bulan yang membahas mengenai hewan peternakan, anak-anak melakukan pengamatan detil terhadap ayam. Anak-anak mengamati ayam sebagai salah satu hewan peternakan yang menghasilkan bahan makanan sehari-hari. Sebelum mereka belajar mengenai perjalanan ayam diolah menjadi nugget atau sosis dan telurnya dikonsumsi, anak-anak belajar mengenai ayam sebagai hewan terlebih dahulu.

Kegiatan yang dilakukan adalah melihat dan mengamati ayam secara langsung, memperhatikan gerak-gerik ayam, lalu menggambarkannya kembali dengan detil. Anak-anak menemukan hal baru dari hasil pengamatan langsungnya. Mereka melihat perbedaan tubuh ayam jantan dan betina, menemukan 'jari' kaki ayam di bagian belakang kakinya yang ternyata disebut dengan taji. Selain itu mereka pun belajar mengenai jengger dan pial.




Mengamati ayam dari balik kandang.

Setelah melakukan pengamatan, diskusi pun dilakukan. Hal ini penting untuk melakukan review hal telah diamati oleh setiap anak. Jika hal yang diamati oleh tiap anak berbeda, mereka bisa saling belajar dari teman-teman lainnya. Kemudian proses 'tulis' mengenai ayam wajib dilakukan. Kali ini kelas Bulan diajak untuk menggambarkan kembali ayam secara detil. Hasil gambar semua anak kemudian dikolaborasikan untuk dijadikan display kelas peternakan ayam. Guru hanya membantu menggunting gambar dan menempelkannya di papan display.


Display peternakan ayam dari kumpulan gambar-gambar ayam.

Tahun ajaran sebelumnya, di kelas aku mengajak anak-anak membuat kolase ayam setelah menonton film mengenai peternakan ayam serta perbedaan ayam jantan dan ayam betina.


Kolase ayam.

Guru menyediakan pola berbentuk badan ayam yang kemudian digunting oleh anak-anak, ditambahkan detil seperti jengger, pial, bulu-bulu, ekor, paruh, dan kaki dengan menggunakan bahan-bahan yang disediakan. Kertas yang digunakan adalah kertas coklat dari amplop bekas. Bahan-bahan lain yang disediakan untuk detil bagian ayam pun dibuat dari beberapa bahan sisa. Karya cantik tidak harus melulu menggunakan bahan-bahan baru, manfaatkan bahan bekas juga mampu menciptakan karya anak yang unik dan menarik. Jangan lupa, lakukan pengamatan detil terlebih dulu sebelum berkarya dengan detil.

Selamat melakukan pengamatan dan mengeksplorasi karya ;)