21.12.09

visualisasi ibu kika

di sekolah, anak-anak memanggilku dengan sebutan 'ibu kika'. belum lama ini aku berpikir, kira-kira apa sih sebenarnya yang mereka lihat dari aku, apa pendapat mereka tentang aku?

dan, pada satu kesempatan, aku mengajak anak-anak untuk menggambarkan aku menurut versi mereka sendiri. lucu!

ini hanya beberapa dari hasilnya


 

selain menggambarkan aku, mereka juga aku mintai pendapat. bagaimana aku menurut mereka, kelebihan juga kekurangannya. pendapat mereka begitu polos dan apa adanya. membuatku berpikir untuk berbuat lebih baik lagi untuk membantu perkembangan mereka ^_^

 
Mas Ari : "Bu Kika baik, kalau mas ada yang susah suka dibantuin. Ga suka marah tapi ngomongnya suka tarik-tarik (baca : keras-keras). Bu Kika jangan keras-keras ngomongnya!"

Vio : " Ibu Kika nya lagi lihat SD, anak-anaknya di belakang lagi baris. Lihat angkasa ada langitnya pada panas. Ibu Kika baik soalnya udah bantuin Vio berdoa."

Vio terdiam saat aku bertanya, "Menurut Vio, apa yang perlu ibu Kika perbaiki?" Hmmmm, tampaknya ia masih bingung ^_*

 
Jessie : " Ibu Tiwi mau ngebantuin Alif. Dia jalan dulu. Bu Nora mau ngomong sama Ibu Tiwi. Ibu Kikanya bilang ke Ibu Tiwi."

Jessie juga menggambarkan partner mengajarku di kelas (Ibu Nora dan Ibu Tiwi - guru individual). Ia tampak sering mengamati kegiatan gurunya sehari-hari yang sering berdiskusi ^_^

" Bu Kika mau ngebantuin Azka, soalnya masang puzzle nya susah. Bu Kika harus ngomongin apa aja."

maksudnya, Jessie sebelumnya memperhatikan aku yang membantu Azka menyusun puzzle yg cukup banyak kepingannya. Jessie melihat hal itu sebagai kelebihanku sebagai guru, membantu menyusun puzzle.
Kalimat selanjutnya maksudnya adalah aku sering sekali bicara banyak hal dan menurut Jessie itu adalah memang yang seharusnya (baca : tugas guru). hehe... lucu banget penjelasannya ^_^

   


dua anak selanjutnya, Aura dan Kayla belum sempat bercerita. Aura keukeuh ingin menyelesaikan dulu tugasnya mewarnai bajuku yang bermotif kotak-kotak kecil. itu membutuhkan waktu yang cukup lama ^_^
sedangkan Kayla ingin membuat gambar guru yang lainnya (Ibu Tiwi dan Ibu Nora).

sebagian besar cerita dan pendapat anak-anak tentang aku adalah tentang suara, bicara dan sejenisnya. membuatku berjanji, mulai semester 2, aku akan memperbaiki intonasi suara supaya tidak terkesan berteriak pada anak-anak.

love u all

20.12.09

sang pemimpi

kemarin aku nonton film sang pemimpi. bagus seperti novelnya.


yang jelas banyak sekali kata-kata penyemangat terutama yang terlontar dari Arai.
aku suka Arai. ditekankan lagi, Arai. bukan Ariel Peter Pan yang berperan sebagai Arai dewasa.


 kata-katanya, 
"bermimpilah setinggi-tingginya, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu." 
membuatku sadar, urusan kita sebagai manusia adalah berusaha sekuat tenaga dan tentu saja berdoa. gantungkan cita-cita setinggi langit memang benar adanya karena yang akan memeluk cita-cita itu adalah Tuhan yang pasti akan membantu merealisasikannya setelah kita berusaha. 

kesabaran yang ditunjukkan pada film itu, persahabatan yang sangat mulia benar-benar menampar kehidupanku sehari-hari dan membuat malu pada diri sendiri dan juga malu pada Tuhan.

film ini benar-benar penyemangat!

aku mau menulis banyak, tapi harus segera bersiap-siap berangkat ke ulang tahun murid ^_^

semangaaaaaat!

19.12.09

nenek itu lagi

masih ingat dengan nenek ini? yang aku tulis di sini ?



hari ini 19 Desember 2009, setelah aku bersenang-senang dengan teman-teman, tanpa sengaja aku bertemu lagi dengan si nenek. masih di tempat yang sama, duduk di atas kaleng bekas dan memegang gelas plastik, si nenek menundukan kepalanya dan masih menggumamkan hamdalah ketika gelasnya dimasukan uang koin atau kertas.

semakin aku bersyukur, aku bisa bertemu dengannya lagi dan berbagi sedikit rejeki yang aku dapat. subhanallah, si nenek masih berumur panjang. pertama aku bertemu dengan si nenek tahun 2005, setahun kemudian aku melihatnya dan sekarang setelah 4 tahun berlalu si nenek masih bersabar menjemput rejekinya dan mendoakan orang-orang yang berbagi dengannya.

18.12.09

budaya tepat waktu

tanggal 8 Desember lalu, aku pergi menghadiri seminar di Jakarta. dalam undangan tertera acara akan dimulai pada pukul 08.00. walau jarak antara Bandung dan Jakarta tidak akan memakan waktu yang lama dengan adanya bantuan tol, tapi aku harus berangkat pukul 04.30 dengan alasan tidak boleh terlambat dan antisipasi jalan dalam kota Jakarta yang macet.


ternyata benar... 



memang bukan pemandangan baru buat Jakarta. Bandung juga sekarang tidak jauh berbeda. tapi kupikir dengan macetnya jalanan sekarang bukan berarti bisa dijadikan alasan untuk 'ngaret'.

aku masih sangat teramat meyakini bahwa budaya tepat waktu itu penting. dalam dunia kerja, hal itu menunjukkan profesionalitas dan menghargai orang lain. banyak hal yang bisa dilakukan daripada menunggu dan aku sangat yakin, semua orang tidak suka menunggu apalagi tidak pasti harus sampai kapan.

kembali lagi ke masalah seminar.
seminar yang aku hadiri ini adalah seminar yang cukup besar. melibatkan pembicara nasional dan internasional bahkan juga menteri. pesertanya adalah guru-guru yang berasal dari beberapa daerah yang bukan hanya dari Jakarta. namun aku heran, kenapa banyak sekali yang tidak belum menghargai waktu?! datang terlambat dengan alasan 'macet'. bukan sebuah rahasia kalau Jakarta macet. jadi memang sebaiknya kita yang berusaha untuk berangkat lebih awal untuk memperhitungkan waktu.
 
kita adalah guru yang memberi aturan tidak boleh terlambat pada anak-anak di sekolah. seharusnya kita juga tidak terlambat.

kita adalah guru yang meminta pada anak-anak untuk memperhatikan ketika kita sedang bicara di depan kelas. seharusnya kita juga menghargai pembicara seminar dan tidak membuat obrolan sendiri apalagi yang tidak berhubungan dengan materi seminar.

guru, yang digugu dan ditiru. jangan pernah mengeluhkan anak-anak yang tidak tertib jika sebagai guru kita tidak mentertibkan diri sendiri.

tulisan ini aku buat hanya untuk refleksi, mengingatkan diri sendiri yang sebagai guru, yang sering cerewet dengan aturan.

aturan dibuat bukan untuk dilanggar kan?!

4.12.09

that i would be good

kembali aku terinspirasi, kali ini datangnya dari sebuah lagu...
setelah blog walking ke blog teman & download satu lagu favoritku di masa lalu, aku membaca liriknya, mendalami maknanya & jadi penyemangat baru!


alanis morissette!!! 


that i would be good even if i did nothing
that i would be good even if i got the thumbs down
that i would be good if i got and stayed sick
that i would be good even if i gained ten pounds

that i would be fine even if i went bankrupt
that i would be good if i lost my hair and my youth
that i would be great if i was no longer queen
that i would be grand if i was not all knowing

that i would be loved even when i numb myself
that i would be good even when i'm overwhelmed
that i would be loved even when i was fuming
that i would be good even if i was clingy

that i would be good even if i lost sanity
that i would be good whether with or without you

28.11.09

hanya mengutip halaman paling belakang

hari ini, aku hunting buku diskonan di gramedia BSM yang sedang menggelar diskon 30% all item... wah bahagia tak terkira!


walau penuh sesak juga pengap ternyata tidak ada yang menggantikan toko buku sebagai surga dunia yang gemerlapan buat aku, malahan semakin berkilauan ^_^


niat awalnya aku datang ke BSM adalah mencari kado ulang tahun, tapi yang pertama didapat kado untuk diri sendiri, salah satunya buku bersampul merah nan simpel berjudul "Catatan Kecil Tentang Dia" yang merupakan 25 kisah haru dan inspiratif dari para murid tentang sosok sang guru. buku ini merupakan hasil dari sayembara menulis tentang guru.


sebetulnya waktu menulis postingan ini, aku belum selesai membacanya hanya tanpa sengaja melihat puisi yang tertera di halaman paling belakang...



untuk guru-guruku,
tanpa kalian, aku takkan pernah tahu siapa aku
tanpa kalian, aku takkan pernah mengerti bagaimana aku ada
tanpa kalian, aku takkan pernah tahu kenapa aku ada
tanpa kalian, aku takkan pernah tahu apa yang harus aku lakukan

kalian,
bibir yang tertawa saat kami senang
tangan yang mengusap saat kami menangis
kaki yang tahu ke mana mengarahkan hati kami
mata yang memperlihatkan pada kami apa itu dunia
hidung yang menunjukkan betapa harumnya ilmu pengetahuan
lidah yang mengetahui bagaimanakah rasa huruf dan angka
pundak yang menahan beban kami
jantung yang membantu kami bertahan
paru-paru yang memompa napas keingintahuan

dan,
superhero yang mengajari kami
bagaimana cara mendapatkan yang terbaik
tanpa menggunakan kekuatan super


uuuhhh... terharu sekali bacanya, semoga aku bisa menjadi guru yang seperti itu. berat tapi mulia ^_^

27.11.09

mereka membuatku lebih bersyukur


foto2 ini aku ambil tahun 2005, berdua dengan echa, aku jalan kaki di seputar purnawarman, merdeka, riau dan dago.
awalnya aku hunting foto2 untuk mengikuti lomba foto yang bertema "Kemiskinan Perkotaan" yang diadakan oleh mahasiswa teknik planologi ITB, tapi setelah terus melihat foto2 ini, aku semakin menyadari, betapa beruntungnya aku. foto2 ini pada akhirnya tidak hanya menjadi benda yang aku ikut sertakan lomba, tapi menjadi bahan perenungan yang dalam ^_^ subhanallah...


pikiran yang terlintas di kepalaku pertama kali saat melihat nenek ini, "kemana anak-anaknya?" 
aku mendengar si nenek terus menggumamkan hamdalah ketika gelas plastiknya dimasuki koin atau gemerisik uang kertas. si nenek tidak pernah luput dari rasa syukur dengan keadaannya, bagaimana dengan aku?



mereka sekeluarga atau pura-pura sekeluarga... menurutku tidak penting, yang jelas mereka ada di jalanan memakan satu nasi bungkus bersama-sama dengan lauk pauk ala kadarnya. sedangkan orang-orang yang lewat dengan kantong belanjaan, bahkan aku terkadang melihat mereka seakan-akan mereka adalah penipu yang berpura-pura miskin.

tapi jelas, aku lebih beruntung dibandingkan mereka. aku tidak perlu berpura-pura kalau ternyata memang mereka hanya berpura-pura.



anak ini tidak sendiri, dia bekerja dengan kakak sepupunya yang menyetel musik untuk mengiringinya menari. menurut kakak sepupunya, dia tetap sekolah di pagi hari. mereka tinggal di daerah sukajadi tapi harus berjalan kaki ke dago untuk mengamen.
sekarang, yang menjadi pertanyaanku, "Kemana orangtuanya?"

  


sebenarnya aku sempat mau mengambil gambar seorang ibu dengan batita di pangkuannya yang tengah menghitung uang koin hasil mengemisnya, anak-anak yang mengamen dengan menggunakan gitar kecil - hmmm apa namanya? - dan juga kecrekan tutup botol tapi mereka menolak walaupun aku menawarkan bayaran. mereka menolak dengan alasan takut foto-fotonya tampil di koran! mereka terus mengamatiku dengan tatapan curiga, mungkin mereka takut aku akan mencuri gambar mereka, tapi tentu saja tidak aku lakukan... aku mengerti



semoga semuanya bisa menjadikan aku menjadi orang yang lebih bersyukur, mengingatkan aku selalu, ketika aku merasa menderita aku harus selalu melihat ke bawah dan tidak pernah merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia...


melihatlah ke atas agar termotivasi melakukan segala hal yang terbaik dan menunduklah untuk dapat selalu bersyukur ^_^




22.11.09

read aloud


pagi ini, ditemani dengan secangkir kopi, aku secara tidak sengaja melihat metrotv yang tengah membahas tentang read aloud.


read aloud jika diterjemahkan secara bebas, bisa berarti membaca secara lantang. maksudnya ada orang yang membacakan cerita buku dan ada yang dibacakan atau mendengarkan.


read aloud ini merupakan suatu komunitas para orangtua yang mencoba membacakan cerita setiap hari pada anak-anaknya. ternyata dampak positif yang didapatkan sangat banyak.


aku pernah dengar, "bacakan cerita sejak dini, bahkan ketika anak masih dalam kandungan." musik klasik itu baik, tetapi akan lebih baik jika anak mendengarkan sendiri suara kedua orangtuanya.


membacakan buku yang baik untuk anak dan juga baik untuk orangtua, akan banyak memberi dampak positif bagi anak. misalnya dalam hal kosakata dan komunikasi. seorang anak yang sudah mendengarkan cerita kurang lebih selama 300 jam, akan terlihat perbedaan kosakata dan caranya berkomunikasi dengan orang lain. ia akan menggunakan kata dan kalimat yang mungkin pernah ia dengarkan saat kegiatan bercerita.


ternyata di amerika sana, read aloud sudah memiliki panduannya berupa read aloud handbook sejak 30 tahun yang lalu. di indonesia baru saja diterjemahkan. hmmm... tergoda untuk mencari bukunya ;)



teacher


A bad teacher, tells


A good teacher, shows


A great teacher, inspires

21.11.09

kisah seekor kupu-kupu

kisah tentang kupu-kupu ini, diceritakan oleh beberapa anak ajaib dalam karya bukunya. ceritanya ajaib, lucu, unik yang sejujurnya membuat aku terkagum-kagum dengan kemampuan mereka. 

Sasha : 
Ini telur. Udah gitu menetas jadi ulat.
Trus kata ulatnya, “Kok telurnya semuanya ga menetas sih? Kan ada empat. Tapi kok cuma satu sih yang menetas? Aku mau cari tempat tidur dulu ah! Aku harus cari batang pohon dulu supaya bisa jadi kepompong.” 
Trus udah gitu, ulatnya jalan. “Ah, itu dia batang pohonnya.”
Udah gitu bobo dulu, jadi kepompong.
Trus jadi kupu-kupu deh! “Tapi kok temen-temenku belum nyusul ya? Aku harus kembali lagi ke sarangku.”

Naia : 
Telurnya belum menetas. Telurnya banyak ada lima.
Lama-lama jadi menetas jadi ulat. 
Ulatnya makan kulit telur dulu supaya gendut. Udah makan telur makan daun.
Kepompongnya diem di batang pohon.
Kupu-kupunya diem dulu di batang pohon, sayapnya masih basah. Kalau udah kering terbang.

Lala : 
 

  

  

 

Ibu kupu-kupunya ninggalin telur di daunnya
Si anaknya menetas mau cari ibunya makan kulit telur jadi ulat trus makan daun
Kepompongnya robek, ada kupu-kupu
Kupu-kupunya ada dua, tapi satunya meninggalkan kakaknya

Zaki : 
Kupu-kupu udah menikah bertelur lima biji di daun yang tinggi di pohon
Dia itu menetas jadi ulat. Ulatnya punya kaki. Dia punya antena di atas kepalanya. 
Makan kulit telur trus dia jalan-jalan ke rumput karena dia kepengen makan rumput.
Dia udah makan rumput tiga biji trus dia pergi ke dahan karena dia mau jadi kepompong
12 jam dia berubah jadi kupu-kupu warna ungu dan kuning. 
Ada hati untuk memikirkan pacarnya karena dia sudah keluar dari kepompong, dia itu sudah dewasa.

Salim : 
Jadi telur dulu. Kupu-kupu bertelur di pohon.
Trus keluar ulat. Ulatnya lucu. Ulatnya bilang, “owaw…owaw…” kan masih kecil, masih bayi. 
Mau susu tapi ga ada susu jadi makan daun.
Trus kemudian jadi kepompong. Kepompongnya di pohon.
Trus jadi kupu-kupu. Kupu-kupunya bilang, “Terimakasih sudah membesarkan saya.”

anak - kahlil gibran & children learn what they live with - dorothy low nolten




puisi ini sebenarnya sudah lama aku baca, tiba2 baca lagi entah dimana tapi semakin merenungi isinya. subhanallah, kata2 indah yang penuh makna dan memberikan gambaran seperti apakah menjadi orangtua itu seharusnya dan bagaimana menganggap anak yang sepatutnya.

Anakmu bukan milikmu 
Mereka adalah putra putri sang hidup yg rindu akan dirinya sendiri 
Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau 
Mereka ada padamu, tetapi bukan milikmu  


Berilah mereka kasih sayang, namun jgn berikan pemikiranmu 
Karena pd mereka ada alam pikiran sendiri 
Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun tdk bagi jiwanya 
Sebab jiwa mereka adalah penghuni masa depan yg tdk dapat kau kunjungi, sekalipun dlm mimpimu  


Engkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun tdk boleh membuat mereka menyerupai engkau 
Sebab kehidupan tdk pernah berjalan mundur ataupun tenggelam ke masa lampau 
Engkaulah busur tempat anakmu, anak panah hidup melesat pergi


amin.... ^_^


selain kahlil gibran, ada dorothy low nolte - children learn what they live with yang menginspirasiku. memberi inspirasi untuk setiap orangtua dan guru lebih tepatnya. hmmmm... atau mengingatkan orangtua dan guru yang lebih tepat ;)


Jika anak biasa hidup dicacat dan dicela, kelak ia akan terbiasa menyalahkan orang lain.
Jika anak biasa hidup dalam permusuhan, kelak ia akan terbiasa menentang dan melawan.
Jika anak biasa hidup dicekam ketakutan, kelak ia akan terbiasa merasa resah dan cemas.
Jika anak terbiasa hidup dikasihani, kelak ia akan terbiasa meratapi nasibnya sendiri.
Jika anak biasa hidup diolok-olok, kelak ia akan terbiasa menjadi pemalu.
Jika anak biasa hidup dikelilingi perasaan iri, kelak ia akan terbiasa merasa bersalah.

Jika anak biasa hidup serba dimengerti dan dipahami, kelak ia akan terbiasa menjadi penyabar.
Jika anak biasa hidup diberi semangat dan dorongan, kelak ia akan terbiasa percaya diri.
Jika anak biasa hidup banyak dipuji, kelak ia akan terbiasa menghargai.
Jika anak biasa hidup diterima oleh lingkungan, kelak ia akan terbiasa mencintai.
Jika anak biasa hidup tanpa banyak dipersalahkan, kelak ia akan terbiasa senang dengan dirinya sendiri.
Jika anak biasa hidup mendapatkan pengakuan dari kiri kanan, kelak ia akan terbiasa menetapkan sasaran langkahnya.
Jika anak biasa hidup jujur, kelak ia akan terbiasa memilih kebenaran.
Jika anak biasa hidup diperlakukan adil, kelak ia akan terbiasa dengan keadilan.
Jika anak biasa hidup mengenyam rasa aman, kelak ia akan terbiasa mencintai orang-orang di sekitarnya.
Jika anak biasa hidup di tengah keramahtamahan, kelak ia akan terbiasa berpendirian,
“Sungguh indah dunia ini!”

fireflies - owl city


baru denger judulnya aja udah jatuh cinta sama lagu ini... ^_^





Lagu “Fireflies”

Artis “Owl City”


You Would Not Believe Your Eyes

If Ten Million fireflies

Lit Up The World As I fell Asleep

Cuz They fill The Open Air

And Leave Teardrops Everywhere

You Think Me Rude

But I Would Just Stand And Stare

Id Like To Make Myself Believe
That Planet Earth Turns Slowly
Its Hard To Say That Id Rather Stay Awake When Im Asleep
Cuz Everything Is Never As It Seems

Cuz I Get A Thousand Hugs
from Ten Thousand Lightning Bugs
As They Try To Teach Me How To Dance
A foxtrot Above My Head
A Sockhop Beneath My Bed
The Disco Ball Is Just Hanging By A Thread Thread
Thread

Id Like To Make Myself Believe
That Planet Earth Turns Slowly
Its Hard To Say That Id Rather Stay Awake When Im Asleep
Cuz Everything Is Never As It Seems When I fall Asleep

Leave My Door Open Just A Crack
Please Take Me Away from Here
Cuz I feel Like Such An Insomniac
Please Take Me Away from Here
Why Do I Tire Of Counting Sheep?
Please Take Me Away from Here
When Im far To Tired To fall Asleep

To Ten Million fireflies

Im Weird Cuz I Hate Goodbyes

I Got Misty Eyes As They Said farewell Said farewell

But I Know Where Several Are

If My Dreams Get Real Bizarre

Cuz I Saved A few And I Keep Em In A Jar

Id Like To Make Myself Believe
That Planet Earth Turns Slowly
Its Hard To Say That Id Rather Stay Awake When Im Asleep
Cuz Everything Is Never As It Seems When I fall Asleep

Id Like To Make Myself Believe
That Planet Earth Turns Slowly
Its Hard To Say That Id Rather Stay Awake When Im Asleep
Cuz Everything Is Never As It Seems When I fall Asleep

Id Like To Make Myself Believe
That Planet Earth Turns Slowly
Its Hard To Say That Id Rather Stay Awake When Im Asleep
Because My Dreams Are Bursting At The Seams

setitik cahaya


Kunang-kunang tidak ingin kalah dengan bulan dan bintang yang memperindah malam dengan cahaya mereka yang begitu besar. Kunang-kunang tetap penuh semangat memancarkan cahaya kecilnya hanya dengan satu tujuan, memperindah malam yang gelap...

14.11.09

kata-kata penyemangatku hari ini

i'm a very lucky person.. and because i'm so lucky, i don't really have a lot of worries. i just hope for the best in life







17.5.09

ORANGTUA ASERTIF UNTUK ANAK-ANAK POSITIF


Setiap orangtua, di mana pun mereka berada, tentunya menginginkan anak-anaknya menjadi kebanggaan bagi keluarganya. Tetapi tidak semua yang terjadi sesuai dengan harapan, atau tampaknya tidak sesuai dengan harapan. Segala bentuk nasihat dan petuah sudah dikerahkan mati-matian tetapi mengapa (menurut orangtua) anak-anak tidak juga mengerti apa yang seharusnya mereka lakukan.
Sesungguhnya, semua kata-kata orangtua pada anaknya akan selalu tertanam dalam benak mereka, seakan-akan seluruh perkataan orangtua menghipnotisnya. Hanya saja bagaimana kata-kata orangtua agar dapat tertanam dengan makna positif pada benak anak-anak hingga mereka dewasa kelak. Ungkapan-ungkapan yang sering dilontarkan oleh orangtua akan menjadi semacam pola pembentukan yang dialami oleh anak-anak dalam proses pertumbuhan mereka. Baik positif maupun negatif.
Bagi anak, yang terpenting adalah mereka percaya bahwa mereka dicintai dan dihargai dengan setulus hati dan untuk membangun perasaan tersebut sikap orangtua yang sangat berperan penting. Jika orangtua melontarkan pesan “kamu adalah...” kata-kata tersebutlah yang akan membentuk persepsi tentang siapakah aku sebenarnya bagi anak-anak dan membentuk kepercayaan tentang perasaan dicintai dan dihargai atau bahkan sebaliknya kata-kata tersebut adalah kata-kata yang akan menyakiti hati anak-anak hingga mereka dewasa kelak.
Sadar ataupun tidak, sifat dan perilaku seseorang setelah dewasa adalah sebagian besar hasil kata-kata orangtua yang menghipnotis. Ketika di masa kecil berulang kali mendengar “kamu adalah...” kata-kata tersebut akan tertanam dan perlahan yang akan membentuk karakter seseorang. Jika yang didengarnya ketika kecil adalah kata-kata seperti, “kamu adalah anak bodoh” mungkin anak tersebut akan menunjukkan sikap tidak setuju dengan pernyataan tersebut tetapi di dalam hatinya dengan sedih ia menerima pernyataan itu karena ia akan beranggapan kata-kata yang dilontarkan oleh orang yang lebih dewasa adalah benar. Tetapi dampaknya persepsi terhadap dirinya hingga dewasa adalah sebagai orang yang bodoh dan ketika ia mengalami kegagalan dalam kehidupannya ia akan menganggap hal tersebut adalah sebagai akibat dari kebodohan dirinya bukan sebagai proses hidup yang harus dijalani. Sebaliknya, jika kata-kata seperti, “kamu adalah anak yang bisa berteman dengan siapa saja” maka ketika dewasa anak tersebut bisa jadi menjadi anak yang memiliki kepercayaan diri dan mudah bergaul dengan orang lain. Jika muncul ungkapan seperti “aku bodoh” atau “aku bisa melakukannya” pada seseorang yang telah dewasa, sebenarnya ungkapan-ungkapan seperti itu tidak muncul begitu saja. Ungkapan-ungkapan tersebut terekam dalam benak seseorang sebab ungkapan itu dilontarkan padanya saat ia masih kecil dan belum sanggup mempertanyakan kebenaran ungkapan seperti itu.
Ketika seseorang memulai perannya sebagai orangtua, sikapnya yang agresif, pasif maupun asertif awalnya merupakan pola yang didapatkannya ketika masa kanak-kanak. Bila seseorang memiliki orangtua yang termasuk agresif, tentulah sulit bagi orang tersebut menjadi orangtua yang asertif. Tetapi menjadi orangtua yang asertif bukanlah suatu watak bawaan melainkan suatu keterampilan yang dapat dipelajari. Menjadi orangtua yang asertif adalah bagaimana seseorang menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anaknya. Bagaimana ia mengatur dan memikirkan kata-kata yang akan diucapkan untuk menyampaikan harapannya terhadap anak-anaknya. Orangtua yang asertif senantiasa menunjukkan sikap jelas, teguh dan tak terbantahkan tetapi tetap membuat anak-anaknya nyaman dan menyerap hal yang positif dari kata-kata orangtuanya. Terkadang, demi tujuan menerapkan disiplin pada anak-anaknya, orangtua kurang mempertimbangkan kata-kata yang akan diucapkan pada anak-anaknya sehingga menimbulkan kebingungan pada mereka apa yang sebenarnya orangtua inginkan terhadap mereka bahkan akan dapat menimbulkan perasaan ragu akan kasih sayang yang diberikan oleh orangtuanya. Kata-kata yang dipilih oleh orangtua pada saat mereka dalam keadaan sangat letih bisa sangat mengguncangkan bagi anak-anak sekalipun bukan demikian maksud sesungguhnya.
Menjadi orangtua asertif memang tidaklah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Sikap yang asertif terletak di dalam diri seseorang selain itu juga dalam tindakan apa yang nyata dan benar-benar dilakukan. Jika yang ada dalam diri seseorang berbeda dengan tindakan nyatanya maka akan sulit menjadi asertif. Untuk menjadi orangtua yang asertif, seseorang harus tahu persis apa yang ingin dilakukannya, demikian pula dengan kata-kata yang diutarakannya pada anak-anak haruslah sesuatu yang tidak bisa diperdebatkan atau dibantah dan bukan permintaan. Sebagai orangtua, jelaslah kita ingin diperhatikan segala perkataannya oleh anak-anak, begitu pula anak-anak, mereka membutuhkan kontak yang baik dengan orangtuanya. Jika ingin memberikan perintah pada anak-anak, hentikan segala sesuatu yang tengah dilakukan lalu dekati anak-anak dan pastikan mereka memandang. Bila orangtua memberikan perintah atau menyatakan sesuatu tanpa ada kontak yang baik, anak-anak akan menganggap tidak serius kata-kata orangtuanya. Selain itu, kata-kata harus jelas dengan kata-kata bermakna positif dan tidak ada pilihan bagi anak seperti ya atau tidak karena sudah jelas jawaban yang orangtua harapkan adalah ya atas perintahnya pada anak-anak. Tetapi jika anak belum mengikuti apa yang orangtua inginkan, ulangi lagi apa yang orangtua minta anak-anak lakukan kemudian amati sungguh-sungguh hal yang dilakukan oleh anak-anak dan berilah apresiasi sebagai ungkapan terima kasih dari orangtua terhadap anak-anak.
Menjadi orangtua asertif adalah menjadi sosok orangtua yang tidak segan atau takut berkonflik, semakin sering melakukan negosiasi seiring dengan semakin besar dan semakin meningkatnya kemampuan anak, memberi teguran yang positif, mengajukan keinginan dan tuntutan yang jelas sekaligus tegas, menetapkan peraturan dan betul-betul menjalankan konsekuensinya. Semuanya dilakukan dengan tidak mengabaikan pilihan kata-kata positif untuk menyampaikan segala sesuatunya agar dapat tertanam makna yang juga positif pada benak anak-anak hingga mereka dewasa.
Setiap orangtua tentunya tidak menginginkan anaknya menjadi anak yang bodoh, tidak percaya diri, pemalas, tidak dapat diandalkan dan segala hasil negatif lainnya. Kembali lagi pada keinginan dasar setiap orangtua, mereka semua menginginkan anak-anaknya menjadi kebanggaan bagi keluarganya. Sehingga hanya orangtuanyalah yang dapat membentuk hasil positif dengan memberikan segala ungkapan positif untuk ditanamkan pada benak anak-anaknya seumur hidup sebagai orangtua yang asertif. ^ rizka ^