17.1.13

Kunang-Kunang dan Piano

Teman-temanku sayang,
Sudah berapa tahun ya kita bersama? Rasa-rasanya baru kemarin lusa kita saling mengenal dan berusaha 'hidup' berdampingan. Menanggalkan keegoisan dan kepentingan pribadi demi masa depan negeri. Berlebihan? Tidak kurasa. Apa yang kita lakukan bersama memang pada akhirnya demi negeri tercinta bukan?


Aku, kamu, kamu, kamu, dan dia, dengan keunikan kita masing-masing serupa kunang-kunang dengan cahayanya sendiri. Satu bercahaya akan terlihat indah, dan bila bersama akan semakin gemerlapan. Atau serupa dentingan piano, bila bunyi sendiri merdu terdengar dan bila bersama menciptakan simfoni sempurna. Ya, kita akan lebih indah bersinergi. Meski tetap menjadi diri yang unik.

Teman-teman sayang, terima kasih telah menjadi partner kerja setia dalam suka dan duka, dalam tawa dan tekanan deadline. Semoga kita selalu diberikan kekuatan jika bersama.

Salam sayang,
Kika guru dari kelas Bulan


2.1.13

Giant Pizza

Siapa yang mau pesan pizza? Ini restoran pizza kami, menyediakan pizza dalam berbagai ukuran, dari yang sangat mini hingga yang paling besar disebut dengan Giant Pizza. Membuatnya sangat mudah, tapi tentu saja saat menggunakan kompor harus dilakukan dengan dampingan orangtua.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat mini pizza sangat mudah didapat.

  • Roti tawar yang dicetak dengan menggunakan gelas agar membentuk lingkaran.
  • Mentega dan saus tomat untuk olesannya.
  • Sosis yang dipotong-potong menggunakan pisau roti.
  • Bawang bombai dan tomat sesuai selera.
  • Keju yang diparut.
Cara membuatnya seperti ini....

Roti yang sudah dicetak membentuk lingkaran kemudian dioles dengan mentega dan saus tomat.

Sosis dipotong-potong dengan memakai pisau roti supaya lebih aman. Lalu sosis digoreng. Saat menggoreng harus didampingi orang dewasa.

Sosis yang sudah digoreng kemudian disusun di atas 'adonan pizza' yang sudah dioles mentega dan saus tomat. Kemudian parut keju di atasnya. Kalau suka, boleh juga menambahkan bawang bombai dan tomat sebelum diberi taburan keju. Adonan pizza kemudian dipanggang atau digoreng sebentar.

Siap deh!

***

Penting sekali buat anak-anak dapat menceritakan kembali proses pembuatan pizza. Hal ini melatih sistematikanya ketika berpikir dan berbicara. Untuk membantu mengingat kembali proses pembuatan pizza, mereka menggambarkan kembali pengalamannya saat memasak.


Setelah memasak pizza, anak-anak mulai membuat karya besar yang  terinspirasi dari pizza. Kali ini dibuat dalam ukuran besar untuk dijual, benar-benar dijual, lebih tepatnya dilelang untuk acara amal yang diadakan di sekolah. Karya pizza ini berbentuk lukisan dan kolase.

Membuat karya ini dilakukan secara bergiliran, beberapa anak mengoleskan cat, lainnya mencocok kertas untuk membuat bentuk sosis dan merobek sayuran. Semua mendapatkan gilirannya mengoles cat, mencocok, dan juga merobek kertas.


Mengecat secara bergiliran

Menabur pasir di atas permukaan cat yang masih basah.

Menempelkan hasil robekan kertas dan hasil mencocok setelah cat kering.

Menambahkan bagian pinggiran pizza.

Setelah ditunggu kering, pizza raksasa kemudian digunting mengikuti bentuknya. Hasilnya kemudian dipajang di kelas. Ternyata, ada ide-ide lain dari anak-anak untuk membuat pizza dalam kondisi telah dipotong.

3 ukuran pizza raksasa yang dipajang di 'Cafe Bulan Sabit'

Pizza besar yang telah dipotong.

Karya 'Giant Pizza' ini kemudian dilelang pada acara Family Day. Selain karya pizza, masih ada beberapa karya lainnya yang dilelang untuk penggalangan dana. Hasilnya kemudian rencananya akan dibelanjakan buku-buku serta alat tulis dan disumbangkan untuk beberapa sekolah serta perpustakaan anak. 

Karya-karya lain yang juga dilelang, nanti akan aku ceritakan pula proses pembuatannya ^^