18.12.09

budaya tepat waktu

tanggal 8 Desember lalu, aku pergi menghadiri seminar di Jakarta. dalam undangan tertera acara akan dimulai pada pukul 08.00. walau jarak antara Bandung dan Jakarta tidak akan memakan waktu yang lama dengan adanya bantuan tol, tapi aku harus berangkat pukul 04.30 dengan alasan tidak boleh terlambat dan antisipasi jalan dalam kota Jakarta yang macet.


ternyata benar... 



memang bukan pemandangan baru buat Jakarta. Bandung juga sekarang tidak jauh berbeda. tapi kupikir dengan macetnya jalanan sekarang bukan berarti bisa dijadikan alasan untuk 'ngaret'.

aku masih sangat teramat meyakini bahwa budaya tepat waktu itu penting. dalam dunia kerja, hal itu menunjukkan profesionalitas dan menghargai orang lain. banyak hal yang bisa dilakukan daripada menunggu dan aku sangat yakin, semua orang tidak suka menunggu apalagi tidak pasti harus sampai kapan.

kembali lagi ke masalah seminar.
seminar yang aku hadiri ini adalah seminar yang cukup besar. melibatkan pembicara nasional dan internasional bahkan juga menteri. pesertanya adalah guru-guru yang berasal dari beberapa daerah yang bukan hanya dari Jakarta. namun aku heran, kenapa banyak sekali yang tidak belum menghargai waktu?! datang terlambat dengan alasan 'macet'. bukan sebuah rahasia kalau Jakarta macet. jadi memang sebaiknya kita yang berusaha untuk berangkat lebih awal untuk memperhitungkan waktu.
 
kita adalah guru yang memberi aturan tidak boleh terlambat pada anak-anak di sekolah. seharusnya kita juga tidak terlambat.

kita adalah guru yang meminta pada anak-anak untuk memperhatikan ketika kita sedang bicara di depan kelas. seharusnya kita juga menghargai pembicara seminar dan tidak membuat obrolan sendiri apalagi yang tidak berhubungan dengan materi seminar.

guru, yang digugu dan ditiru. jangan pernah mengeluhkan anak-anak yang tidak tertib jika sebagai guru kita tidak mentertibkan diri sendiri.

tulisan ini aku buat hanya untuk refleksi, mengingatkan diri sendiri yang sebagai guru, yang sering cerewet dengan aturan.

aturan dibuat bukan untuk dilanggar kan?!

4 comments:

Mariana Belajar Menulis said...

Suka banget sm ni tulisan...^^
sekaligus lagi2 mengingatkan saya akan pentingnya budaya tepat waktu...
yang memang butuh pembiasaan..

rizka hany said...

suka sebel ama yg suka ngaret berlebihan. hehe... apalagi waktu seminar, perwakilan mentrinya juga ngaret ;(

Christine Mariska said...

kebiasaan yang udah membudaya dan mendarah daging. gara2 banyak dan sering dilakuin, dianggap biasa..

rizka hany said...

mudah2an bukan kebiasaan kita ya ;)